Harga lahan pemakaman di Hong Kong melambung tinggi. (Foto: EPA).
Harga lahan pemakaman di Hong Kong melambung tinggi. (Foto: EPA).

Lahan di Hong Kong Kini Lebih Mahal untuk Orang Mati

Internasional pemakaman
Arpan Rahman • 23 April 2019 20:09
Hong Kong: Ketua Asosiasi Bisnis Pemakaman Hong Kong, Kwok Hoi Pong, mengatakan bahwa per meter persegi lahan di Hong Kong menjadi lebih mahal untuk menampung orang mati daripada yang hidup.
 
"Sebuah ceruk untuk guci di kolumbarium (sebuah ruangan atau bangunan dengan ceruk untuk menyimpan guci pemakaman) pribadi di posisi terbaik dapat berharga hingga HKD1,8 juta (setara Rp323 juta). Ini adalah fenomena di Hong Kong," cetusnya, dilansir dari laman Guardian, Selasa 23 April 2019.
 
Sebuah plot lahan pemakaman dapat berharga antara HKD3 juta (senilai Rp5,3 miliar) dan HKD5 juta (Rp8,9 miliar), tetapi di kuburan kota yang padat, lahan kosong jarang tersedia. Lahan sangat langka sehingga 90 persen dari 48.000 orang setahun yang meninggal di Hong Kong harus dikremasi. Tetapi menemukan lahan bahkan untuk menyimpan abu semakin menjadi hampir mustahil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ceruk standar di kolumbarium publik berharga HKD2,800 (Rp5 juta) -- tetapi waktu antre lahan itu lebih dari empat tahun.
 
Mereka yang tidak siap untuk menunggu harus membayar jauh lebih banyak untuk ceruk di kolumbarium milik pribadi -- lahan yang tidak lebih besar dari kotak sepatu. Dengan properti hunian paling mahal di Hong Kong yang dijual seharga HKD180.000 (Rp323,2 juta) per kaki persegi, biayanya lebih mahal untuk menampung orang mati daripada yang hidup.
 
Ketika ibunya meninggal November lalu, Cecilia Chan, profesor pekerjaan sosial di Universitas Hong Kong, mengatur kremasi dan hamburan abu di tempat yang dikenal secara lokal sebagai ‘pekuburan hijau’.
 
Sementara Chan mengatakan pekuburan hijau adalah "salah satu pilihan paling pragmatis di tempat yang padat dan mahal ini", itu bukan alternatif yang populer. "Sejalan dengan kebiasaan tradisional Tiongkok, kami lebih suka menyimpan abu leluhur kami di ceruk di sebuah kolumbarium," kata Kwok.
 
"Tempat fisik di mana kita dapat memberikan penghormatan, memberikan persembahan, dan menerima berkah. Banyak orang Tiongkok masih sangat konservatif," urainya.
 
Khawatir bahwa operator kolumbarium swasta kota mengeksploitasi keputusasaan orang buat menyimpan abu mendiang orang yang mereka cintai, pemerintah memperkenalkan Undang-undang Kolumbaria Pribadi pada 2017 untuk mengatur industri ini. Sekarang operator harus mengajukan permohonan kembali demi mendapatkan lisensi dan memenuhi standar yang lebih ketat. Sejauh ini belum ada lisensi yang disetujui dan para kritikus khawatir langkah itu tidak akan mengurangi biaya.
 
"Mengingat bahwa hanya beberapa kolumbarium pribadi yang akan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan lisensi, saya yakin harga ceruk akan naik karena ini adalah pasar bebas," kata Kwok. "Kami memperkirakan bahwa harga ceruk akan naik sebesar 30 persen setelah kolumbarium pribadi mengeluarkan lisensi."
 
Betsy Ma, direktur penjualan di Sage Funeral Services, memperkirakan bahwa sekitar 200.000 set abu di Hong Kong menunggu ruang khusus, dengan banyak disimpan di panti pemakaman dengan biaya HKD300-800 per bulan.
 
Guna memenuhi permintaan, desainer menjadi kreatif. Pada 2012, konsultan desain Bread Studio mengusulkan mengubah kapal laut menjadi pemakaman yang disebut Floating Eternity dengan ruang untuk 370.000 set abu -- tetapi para desainer pekan ini mengatakan studi kelayakan berjalan lambat dan mereka sedang menunggu keputusan dari klien dan konsultan lainnya. Proposal serupa pada 2016 mencari investor untuk rencana mengubah kapal pesiar menjadi kolumbarium terapung dengan restoran, hotel, dan ruang untuk menyimpan 48.000 guci.
 
Tahun lalu ada 7.046 penguburan hijau di Hong Kong -- di bawah 15 persen dari total. Selain publisitas dan upaya promosi rutin, pemerintah meluncurkan situs web khusus tentang promosi pekuburan hijau. Tahun ini juga meningkatkan jumlah taman layat di Hong Kong menjadi total 14.
 
Beberapa kalangan percaya pemerintah juga harus mendorong orang untuk menyimpan abu di rumah, namun ini juga bertentangan dengan tradisi. Banyak penduduk setempat tidak nyaman menyimpan abu di rumah, percaya bahwa yang hidup dan yang mati harus dipisahkan demi menghindari menarik hantu.
 
Sementara itu, bagi mereka yang lebih suka menyimpan abu leluhur mereka di kolumbarium publik, itu adalah permainan daftar tunggu, tanpa ruang khusus yang tersedia di kota.
 
"Sangat frustasi kiranya," kata Stephanie Fung, 51, pekerja kantoran yang ayahnya meninggal dua tahun lalu. "Ayahku tidak ingin abunya berserakan di mana-mana. Kami telah menyimpan abunya di toko pemakaman selama lebih dari satu tahun -- saya benar-benar tidak suka perasaan berada di ketidakpastian. Itu tidak terasa hormat. Saya tidak akan memiliki ketenangan pikiran sampai kami mendapatkan ruang khusus."
 
Frustrasi dengan situasi di Hong Kong, beberapa orang melihat ke seberang perbatasan ke provinsi Guangdong di daratan Tiongkok untuk mencari ruang. Tapi plot pekuburan permanen di sana telah melonjak sepuluh kali lipat dalam dekade terakhir menjadi sekitar 200.000 yuan (senilai Rp419,2 juta).
 
Demikian pula, ruang khusus untuk menyimpan abu bisa mencapai 100.000 yuan. Untuk plot lahan pemakaman permanen di Makau -- perjalanan satu jam dengan feri dari Hong Kong - plot dapat menghasilkan HKD 1 juta (Rp1,7 miliar).
 
Pemerintah sedang berupaya meningkatkan pasokan ceruk publik, dengan konstruksi pada tiga proyek, menyediakan total 208.000 ruang, yang akan selesai tahun ini. Ceruk akan dialokasikan secara acak melalui pemungutan suara komputer -- suatu sistem yang menurut banyak orang tidak adil. Namun dalam jangka panjang, kota ini mengatakan ketergantungan pada penyediaan ceruk baru tidak berkelanjutan.
 
"Tak lama lagi satu-satunya pilihan adalah pekuburan hijau atau menyimpan abu di rumah," kata Kwok. "Orang tidak lagi punya pilihan. Kenyataannya adalah kita kehabisan ruang di Hong Kong, bahkan untuk orang mati," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif