NEWSTICKER
Sebuah kandang hewan yang terbakar di Jerman. Foto: Guardian
Sebuah kandang hewan yang terbakar di Jerman. Foto: Guardian

Kebakaran Kebun Binatang Jerman, Tiga Wanita Menyerahkan Diri

Internasional peristiwa unik
Arpan Rahman • 03 Januari 2020 20:14
Krefeld: Seorang ibu dan kedua putrinya telah menyerahkan diri kepada polisi karena kebakaran yang menewaskan puluhan hewan di sebuah kebun binatang di Jerman pada Malam Tahun Baru. Kembang api diduga menjadi penyebab kebakaran.
 
"Ketiga wanita itu sedang diselidiki karena menyalakan lentera terbang, yang dilarang, untuk merayakan Tahun Baru," kata Gerd Hoppmann, kepala polisi kriminal Krefeld, pada konferensi pers, dinukil dari Guardian, Jumat, 3 Januari 2020.
 
“Ibu berusia 60 tahun dan dua putrinya yang sudah dewasa menyerahkan diri ke polisi pada Rabu setelah mendengar tentang kebakaran itu dari radio lokal,” kata Hoppmann.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia katakan bahwa mereka "tampak seperti orang yang bertanggung jawab" dan telah menunjukkan keberanian untuk mengakui kesalahan. Jaksa setempat sekarang sedang menyelidiki para wanita tersebut atas pembakaran yang lalai, sebuah kejahatan yang dapat dihukum hingga lima tahun penjara.
 
Api, yang merenggut nyawa 30 primata termasuk delapan kera besar, berkobar tak lama sebelum tengah malam pada Malam Tahun Baru di kebun binatang Krefeld di Rhine-Westphalia Utara.
 
Kandang itu menampung gorila, orangutan, simpanse, dan marmoset. Hanya dua simpanse yang selamat, serta satu keluarga gorila di gedung terdekat.
 
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, kebun binatang mengatakan keajaiban bahwa kedua simpanse, bernama Bally dan Limbo, selamat dari kobaran api.
 
"Keduanya hanya mengalami luka ringan. Mereka telah dipindahkan ke kandang gorila dan sedang dirawat oleh beberapa dokter hewan," kata kebun binatang, yang tetap ditutup pada Kamis.
 
Polisi yakin api itu disebabkan oleh salah satu lentera ilegal yang mendarat di atap kandang monyet. Hoppmann menuturkan para penyelidik sudah menghitung empat lentera, tetapi satu, yang dipercaya sebagai penyebab kebakaran itu, hilang.
 
Lentera terbang telah dilarang di Jerman selama 10 tahun, tetapi Hoppmann mengatakan para wanita itu tidak mengetahui larangan itu ketika mereka membelinya di internet.
 
Kasus ini telah mengintensifkan perdebatan tentang meluasnya penggunaan kembang api oleh individu pada Malam Tahun Baru.
 
Menyalakan kembang api di depan umum adalah tradisi Tahun Baru yang sudah berlangsung lama di Jerman, tetapi telah menghadapi kritik yang meningkat dari kelompok perlindungan lingkungan dan hewan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pada Rabu, asosiasi perlindungan hewan Jerman menyerukan agar semua jenis kembang api dilarang di dekat kebun binatang, peternakan, dan kandang.
 
Tragedi itu mendorong pengunjung yang bersedih untuk menyalakan lilin dan meninggalkan bunga dan mainan lunak di pintu masuk kebun binatang. Kebun binatang Krefeld adalah hunian bagi sekitar 1.000 hewan dan menarik sekitar 400.000 pengunjung per tahun.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif