Ilustrasi planet-planet di tata surya dan planet Kepler-90 di sistem yang serupa. (Foto: NASA/Ames Research Center)
Ilustrasi planet-planet di tata surya dan planet Kepler-90 di sistem yang serupa. (Foto: NASA/Ames Research Center)

Google Bantu NASA Temukan Dua Planet Baru

Willy Haryono • 17 Desember 2017 13:00
California: Perusahaan teknologi Google telah membantu Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dalam mengidentifikasi dua planet baru. Salah satu dari planet itu termasuk dari sebuah sistem yang mirip dengan tata surya.
 
Riset oleh Google dan Universitas Texas di Austin yang menggunakan data dari NASA meningkatkan prospek akan adanya pemahaman dan sudut pandang baru mengenai alam semesta. 
 
Cara kerja dari riset ini adalah memasukkan data-data ke sejumlah program komputer, yang dapat mengolah informasi lebih cepat dan mendalam dari yang dapat dilakukan manusia. Teknik ini dikenal dengan machine learning. 

Dalam konferensi pers NASA, seperti dikutip South China Morning Post, belum lama ini, program-program komputer mempelajari perbedaan antara planet dan objek lainnya dengan menganalisis ribuan poin data dengan tingkat akurasi 96 persen. 
 
Data yang diberikan NASA kepada Google dan Universitas Texas didapat dari teleskop Kepler. Teleskop itu diluncurkan ke luar angkasa pada 2009 sebagai bagian dari misi pencarian planet baru. Teleskop ini diyakini akan kehabisan bahan bakar pada akhir tahun depan. 
 
Program atau piranti lunak ini memiliki "jaringan syaraf" yang dapat menyisir data dari 670 bintang, yang berujung pada penemuan dua planet baru: Kepler 80g dan Kepler 90i. 
 
Kepler 90i, planet dengan massa 30 persen lebih besar dari Bumi, adalah planet kedelapan yang ditemukan memutari bintang yang sama. 
 
Astronom sejauh ini belum pernah menemukan sistem delapan planet yang mengelilingi satu bintang seperti sistem tata surya. 
 
"Seiring berjalannya proses analisis data ini, siapa tahu kita dapat menemukan sesuatu di luar sana," kata Jessie Dotson, ilmuan projek NASA untuk teleskop Kepler. 
 
Christopher Shallue, peneliti kepintaran buatan di Google dan Andrew Vandenburg, astronom dari Universitas di Texas, berencana melanjutkan pekerjaan mereka dengan menganalisis data-data dari Kepler yang memperlihatkan lebih dari 150 ribu bintang.
 
Perkembangan piranti keras dan teknik-teknik terbaru memungkinkan mesin menganalisis data secara otomatis untuk bidang sains, keuangan dan lainnya. 
 
"Teknik machine learning sangat berguna dalam situasi di mana manusia tidak dapat mencari data-data yang jumlahnya sangat banyak di luar sana," ujar Vandenburg.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan