Namun, pengalaman menggunakan internet di Rusia saat ini ternyata tidak semudah beberapa tahun lalu.
Sejumlah jurnalis yang berkunjung ke St. Petersburg dalam rangka St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 mengaku mengalami kendala mulai dari jaringan yang tidak stabil, sulitnya membeli kartu SIM lokal, hingga akses ke beberapa situs dan aplikasi yang terbatas.
Internet di Rusia tak lagi semudah dulu
Perubahan ini dirasakan oleh Risa, jurnalis Liputan6 yang pernah berkunjung ke Moskow pada 2024. Ia berujar akses internet saat itu jauh lebih mudah dibandingkan sekarang.“Saat berkunjung ke Rusia tepatnya Moskow tahun 2024, akses komunikasinya jauh lebih mudah. Begitu turun pesawat kita bisa langsung beli kartu sim lokal walaupun tetap harus pakai VPN ya. Selain pembeliannya mudah, sinyalnya juga oke saat itu,” katanya kepada Tim Medcom.id, yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.
Namun kondisi tersebut kini berubah. Ia pun menyarankan untuk membeli esim jauh hari sebelum berangkat. Lalu mengaktifkannya saat berada disana.
“Kalau sekarang, nggak bisa. Ya alternatif lainnya memang harus sudah siap-siap esim dari sebelum berangkat,” ujarnya.
| Baca juga: Tarif Roaming Internet Haji 2026 Telkomsel, Cek Juga Cara Aktivasinya |
Kenapa banyak turis disarankan pakai eSIM?
Saat ini, pembelian kartu SIM lokal oleh warga negara asing di Rusia tidak semudah sebelumnya. Sejumlah operator menerapkan proses verifikasi identitas yang lebih ketat sehingga wisatawan sering kali kesulitan mendapatkan nomor lokal dalam waktu singkat. Karena itu, banyak pelancong memilih menyiapkan eSIM sebelum keberangkatan dari negara asal.Dengan eSIM, wisatawan bisa langsung terkoneksi begitu mendarat tanpa harus mencari gerai operator atau mengurus registrasi tambahan.
Selain eSIM, VPN juga menjadi aplikasi yang hampir wajib dimiliki wisatawan internasional yang berkunjung ke Rusia.
Beberapa layanan digital dan situs internasional terkadang mengalami pembatasan akses atau tidak dapat berjalan secara optimal tanpa bantuan VPN.
Penggunaan VPN membantu pengguna mengakses layanan yang biasa digunakan sehari-hari, termasuk sejumlah platform komunikasi dan situs internasional.
Meski demikian, wisatawan tetap disarankan menggunakan VPN yang legal dan terpercaya untuk menjaga keamanan data pribadi.
Jaringan kadang tidak stabil
Selain masalah akses situs, kualitas jaringan internet juga terkadang menjadi keluhan. Franc, salah satu jurnalis dari Thailand yang hadir dalam SPIEF 2026, mengaku kerap mengalami gangguan koneksi internet selama seminggu dia berada di St. Petersburg.“Dari tadi pagi tidak bisa nih,” ujarnya.
Gangguan koneksi seperti ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi wisatawan yang mengandalkan aplikasi transportasi, penerjemah bahasa, hingga layanan pembayaran digital.
Mengutip News Hour, mengakses internet di Rusia bisa membuat frustrasi, rumit, dan bahkan berbahaya.
Namun ditegaskannya ini bukan kesalahan jaringan, melainkan upaya yang disengaja, multi-arah, dan jangka panjang oleh pihak berwenang untuk membawa internet di bawah kendali penuh Kremlin.
Pihak berwenang memberlakukan undang-undang yang membatasi dan melarang situs web serta platform yang tidak patuh. Teknologi telah disempurnakan untuk memantau dan memanipulasi lalu lintas daring.
Meskipun masih dimungkinkan untuk menghindari pembatasan dengan menggunakan aplikasi jaringan pribadi virtual (VPN), aplikasi tersebut juga biasanya diblokir.
Pihak berwenang semakin membatasi akses internet pada musim panas ini dengan melakukan pemutusan koneksi internet telepon seluler secara luas dan memberlakukan undang-undang yang menghukum pengguna karena mencari konten yang mereka anggap ilegal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda