Niat hati ingin tampil totalitas sebagai Frieza dalam bentuk keempat (Final Form), bocah ini justru harus menanggung konsekuensi akibat kesalahan pemilihan material cat oleh orang tuanya.
Cat Tembok untuk Body Painting
Melansir laporan dari TV Azteca dan Dexerto, orang tua bocah tersebut menggunakan cat lateks standar untuk dinding rumah untuk mewarnai seluruh tubuh anaknya dengan warna putih dan ungu. Mereka meyakini bahwa cat tersebut akan mudah dibersihkan dengan air setelah acara selesai.Namun, prediksi tersebut meleset total. Cat lateks yang didesain untuk menempel kuat di permukaan bangunan justru melekat erat pada kulit sang bocah. Setelah pesta berakhir, cat tersebut terbukti sangat sulit dikelupas meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencucian berulang kali.
Baca Juga :
Tragedi di Balik Kemeriahan Festival SongkranThailand, 581 Kecelakaan dan 95 Nyawa Melayang
Viral dan Mengundang Kekhawatiran
Dalam video yang beredar luas di Facebook, terlihat bocah tersebut masih tertutup cat dari kepala hingga kaki sementara orang-orang dewasa di sekitarnya tampak kebingungan mencari cara untuk menghapusnya. Bahkan, sang bocah sempat bertanya dengan polos, "Apa yang harus kita gunakan untuk menghapusnya? Apakah cairan penghapus cat (Stripsol) bisa digunakan?"Pertanyaan ini memicu reaksi keras sekaligus kekhawatiran dari netizen. Penggunaan cairan kimia keras seperti Stripsol pada kulit manusia, terutama anak-anak, sangat berbahaya dan dapat menyebabkan iritasi parah hingga luka bakar kimia.
Insiden ini memicu diskusi luas mengenai pentingnya keamanan dalam berkreasi. Para ahli dan penonton di internet mengingatkan para orang tua agar hanya gunakan face paint atau body paint yang memang dirancang khusus untuk penggunaan kosmetik.
Cat lateks atau cat tembok mengandung bahan kimia yang bisa menutup pori-pori secara total dan menyebabkan reaksi alergi parah. Selalu pastikan produk yang diaplikasikan ke kulit anak bersifat non-toxic dan hypoallergenic.
Belum ada laporan detail apakah bocah tersebut akhirnya berhasil kembali ke wujud manusianya atau ia harus mengumpulkan tujuh bola naga untuk meminta keinginan agar kulitnya bersih kembali. Yang pasti, kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kreativitas harus tetap berjalan beriringan dengan keamanan.
Jangan sampai niat hati ingin tampil keren seperti karakter anime favorit, malah berakhir menjadi final form permanen di dunia nyata.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News