Sebuah gerai Dunkin' Donuts di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP
Sebuah gerai Dunkin' Donuts di New York, Amerika Serikat. Foto: AFP

Karyawan Dunkin’ Donuts Pukul Pelanggan Rasis Hingga Tewas

Medcom • 11 Maret 2022 19:07
Florida: Seorang karyawan Dunkin’ Donuts di Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS) memukuli pelanggan yang berakibat fatal. Dia melakukan hal itu karena sang pelanggan mengucapkan hinaan rasis terhadapnya. 
 
Vonelle Cook, 77, disebut merupakan pelanggan tetap di cabang Dunkin’ itu. Menurut catatan pengadilan yang diperoleh NBC, Cook awalnya memesan kopi melalui drive-thru. Dia kemudian mencaci maki para pegawai yang bertugas atas pelayanan yang buruk lantaran mereka kesulitan mendengar sang pelanggan.
 
Karyawan terkait, Corey Pujols, mengaku bersalah atas kejahatan pemukulan tersebut dan dijatuhi hukuman dua tahun tahanan rumah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dia (Cook) diminta untuk pergi, tetapi dia memarkir mobilnya dan masuk ke dalam,” tertulis dalam catatan pengadilan, sebagaimana dikutip dari NBC, Jumat, 11 Maret 2022.
 
Melihat Cook masuk, Pujols awalnya meminta rekan-rekan kerjanya untuk menghubungi pihak kepolisian. Perdebatan pun pecah antara keduanya.
 
“Jaksa mengatakan Cook mulai berdebat dengan Pujols.  Begitu Cook mengatakan hinaan rasis, Pujols berjalan mengitari konter dan menyuruhnya untuk tidak mengatakan itu lagi,” cantum dokumen pengadilan.
 
Namun, korban dilaporkan kembali menyebut cercaan rasis tersebut.
 
“Ketika dia mengulanginya, Pujols memukulnya di rahang dan Cook jatuh ke lantai,” menurut laporan pengadilan.
 
Cook meninggal dunia tiga hari kemudian, karena cedera yang dialaminya.
 
Pujols awalnya dituntut dengan tuduhan pembunuhan. Tapi, para jaksa memandang Pujols tidak berniat membunuh Cook, mengingat usianya yang masih muda dan tidak memiliki catatan kriminal.
 
"Dua faktor utama adalah pendekatan agresif yang dilakukan korban terhadap terdakwa dan semua orang yang bekerja dengan terdakwa,” kata Grayson Kamm, juru bicara pengacara negara untuk Hillsborough, Andrew Warren.
 
“Korban berulang kali menggunakan istilah yang mungkin paling agresif dan menyinggung dalam bahasa Inggris,” lanjut Kamm.
 
Hakim Tampa memvonis Corey Pujols dua tahun tahanan rumah, 200 jam pelayanan masyarakat, serta memerintahkannya untuk mengikuti pelatihan manajemen amarah.  (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif