Merupakan sepupu jauh dari gajah di era modern, stegodon diyakini berada di Bumi sekitar 11 juta tahun lalu hingga akhir zaman Pleistocene. Stegodon juga diyakini bertahan hidup hingga akhir Zaman Es sekitar 11,700 tahun lalu.
Gading stegodon berukuran sepanjang 2,44 meter dengan diameter 20,3 sentimeter. Gading yang ditemukan di desa Padri, distrik Jhelum, ini diyakini sebagai yang terbesar di Pakistan.
"Penemuan ini menambah pengetahuan kita mengenai evolusi stegodon, terutama di wilayah ini," kata Profesor Muhammad Akhtar, pemimpin tim ilmuwan asal Universitas Punjab, kepada AFP, Selasa (16/2/2016).
"Ini juga memberikan petunjuk mengenai lingkungan seperti apa saat gajah itu masih hidup," sambung dia.
Gerrit Van Den Bergh, seorang paleontolog dari Universitas Wollongong di Australia, mengatakan penemuan gading utuh merupakan sesuatu yang luar biasa langka. Ia mengingatkan identifikasi lebih lanjut, termasuk menentukan usianya, harus terus dilakukan.
Akhtar mengatakan fosil gading ini berasal dari akhir periode Pleistocene, dan usianya dapat ditentukan dengan menggunakan teknik radioaktif dari uranium.
Stegodon dapat dikenali dari gadingnya yang panjang dan hampir lurus. Gajah ini mampu berenang dengan baik dan diyakini berasal dari benua Afrika, namun menyebar hingga ke Asia.
Van Den Bergh menyebut punahnya stegodon terjadi saat manusia modern mulai bermunculan. Namun ia belum dapat memastikan apakah manusia pada zaman itu benar-benar memburu stegodon hingga populasinya habis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News