NEWSTICKER
Patung Pachacamac dibuat oleh masyarakat Wari di periode antara 760 dan 876 masehi.. (Foto: SEPÚLVEDA ET AL, 2020)
Patung Pachacamac dibuat oleh masyarakat Wari di periode antara 760 dan 876 masehi.. (Foto: SEPÚLVEDA ET AL, 2020)

Ilmuwan Ungkap Rahasia Artefak Kuno Bangsa Peru

Internasional peru
Arpan Rahman • 19 Januari 2020 18:04
Lima: Tim peneliti telah menemukan fakta-fakta baru mengenai Patung Pachacamac, sebuah "mahakarya" dari peradaban Peru kuno. Patung kayu yang diyakini merepresentasikan salah satu dewa dalam kebudayaan Inca itu ditemukan pada 1938.
 
Ditemukan di kompleks arkeologi Pachacamac, berlokasi sekitar 32 kilometer dari Lima, patung tersebut langsung menarik perhatian atas keindahan dan pola-pola uniknya.
 
Berbicara kepada Newsweek, Marcela Sepulveda dari University of Tarapaca di Chile mengatakan bahwa, "beberapa sumber dari abad 16 ke sana telah menginformasikan mengenai kekuatan dan karakteristik status dewa Pachacamac."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu dari mereka menyebut bahwa dia (dewa yang disimbolkan dalam patung kayu) merupakan pencipta Bumi, dewa gempa bumi dan lainnya," kata Sepulveda, disiarkan dari Sunday Express, Minggu 19 Januari 2020.
 
"Dia dianggap sebagai peramal, dan kaisar Inca datang menemuinya untuk berkonsultasi di Pachacamac," sambungnya.
 
Dalam sebuah studi yang dirilis di jurnal ilmiah PLOS ONE, Sepulveda dan para koleganya mengambil sebuah simbol kayu dari patung tersebut untuk kemudian dianalisis. Metode penanggalan karbon menunjukkan bahwa patung tersebut dibuat antara 760 dan 876 masehi.
 
Hal ini mengindikasikan bahwa patung itu sempat disembah selama hampir 700 tahun sebelum penaklukan Spanyol ke wilayah itu pada 1533.
 
Sepulveda dan tim kini dapat mengonfirmasi bahwa patung itu memang mahakarya kuno yang telah melewati sejumlah restorasi. Sejak pertama ditemukan, komunitas ilmiah sering mempertanyakan asal muasal serta usia patung tersebut.
 
Selain soal usia, tim juga menemukan fakta bahwa patung tersebut telah dilukis. Hal ini diketahui dari ditemukannya pigmen warna merah, kuning dan putih di patung tersebut.
 
Masih dari penanggalan karbon, terindikasi bahwa patung tersebut dibuat oleh masyarakat budaya Wari. Hidup di masa 500 hingga 1000 masehi, masyarakat Wari tinggal di daerah yang kini disebut sebagai pegunungan Andes Peru.
 
Kebudayaan Wari ada sebelum kemunculan Kekaisaran Inca. "Ibu kota mereka adalah Wari, berlokasi dekat kota Ayacucho. Mereka menguasai banyak wilayah, termasuk dataran tinggi dan pesisir Peru," sebut Sepulveda.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif