Cho Hyun-ah, memutuskan mundur dari jabatan menyusul kritikan keras dari rakyat Korea Selatan (Korsel). Dirinya adalah salah satu eksekutif dari maskapai ternama Negeri Gingseng itu dan putri dari Direktur Korean Air, Cho Yang-Ho.
Pada 5 Desember 2014 lalu, Hyun-Ah membuat geger Korsel setelah marah di penerbangan kelas satu dari New York, Amerika Serikat (AS) ke Seoul. Hyun-Ah marah ketika seorang pramugari menyajikan kacang tetapi tidak menggunakan piring.
Putri pertama Cho Yang-Ho tersebut akhirnya memerintahkan pesawat untuk kembali ke bandara, untuk menurunkan pramugari tersebut. Sontak akibat ulahnya tersebut penerbangan pun tertunda dan penumpang mengeluhkan ulahnya yang bak seorang putri raja.
Perempuan berusia 40 tahun ini akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan pada Selasa (9/12/2014). Kritikan keras yang mengalir di Korsel memaksanya untuk mengambil keputusan itu.
Sementara pihak Korean Air telah menyampaikan permintaan maafnya atas insiden ini. Bagi rakyat Korsel tindakan Cho tersebut menjadi contoh bagaimana kalangan elite di Korsel bisa melakukan apapun yang mereka kehendaki.
Namun Korean Air memberikan pembelaan atas tindakan Cho. Menurutnya wajar bila eksekutif Korean Air itu memprotes awak kabin yang tidak mengikuti prosedur.
Menurut pihak Korean Air, awak kabin diharuskan untuk menanyakan penumpang kelas satu terlebih dahulu apakah mereka menginginkan kacang. Ini ditujukan untuk menghindari penumpang yang memiliki alergi. Selain itu kacang itu pun harus disediakan dalam piring.
Tetapi tindakan Cho yang memaksa untuk memutar pesawat mendapatkan tantangan dari kelompok People's Solidarity for Participatory Democracy. Mereka menyatakan akan melayangkan tuntutan untuk perempuan itu.
"Kemarahan dan kekhawatiran dari publik sangat besar karena keamanan dan prosedur yang terkait layanan (di pesawat), diabaikan karena status Cho," tutur kelompok itu, seperti dikutip Associated Press, Rabu (10/12/2014).
Sebelumnya, Pemerintah Korsel menjelaskan akan melakukan penyelidikan atas insiden ini. Bila terbukti melanggar aturan keselamatan penerbangan, Cho akan dihadapkan pada tuntutan hukum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News