Prajurit Ukraina yang latihan berbaris menggunakan sepatu hak tinggi. Foto: AFP
Prajurit Ukraina yang latihan berbaris menggunakan sepatu hak tinggi. Foto: AFP

Tentara Perempuan Ukraina Latih Berbaris Gunakan Sepatu Hak Tinggi

Internasional ukraina peristiwa unik sepatu
Willy Haryono • 06 Juli 2021 17:01
Kiev: Kementerian Pertahanan Ukraina membela keputusannya untuk melatih tentara wanita untuk baris-bebaris dengan sepatu hak tinggi. Sebelumnya, keputusan ini mengundang protes dari anggota parlemen.
 
“Perempuan dari angkatan bersenjata Ukraina akan berbaris dalam parade untuk menandai peringatan 30 tahun kemerdekaan dari Uni Soviet pada 24 Agustus,” menurut pernyataan dari Army Inform, kantor berita resmi Kementerian Pertahanan Ukraina, yang dikutip dari CNN, Selasa 6 Juli 2021.
 
“Mereka telah berlatih dua kali sehari untuk menguasai langkah-langkah dan berkembang dengan baik,”kata Mayor Eugene Balabushka kepada Army Inform.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ivanna Medvid, seorang kadet di Institut Militer Universitas Nasional Taras Shevchenko di Kiev, telah berlatih selama lebih dari sebulan. "Hari ini, untuk pertama kalinya, pelatihan dilakukan dengan sepatu hak tinggi," katanya kepada Army Inform.
 
"Ini sedikit lebih sulit daripada di sepatu bot, tapi kami mencoba,” ujar Medvid.
 
Namun, keputusan untuk berbaris dengan sepatu hak tinggi membuat marah sejumlah anggota parlemen setelah media lokal mengambil gambar yang diterbitkan oleh kementerian pertahanan.
 
Wakil Ketua Parlemen Ukraina, Elena Kondratyuk bersama dengan beberapa kelompok lintas partai untuk meminta Menteri Pertahanan Andrei Taran mengevaluasi kembali keputusan untuk membuat tentara wanita mengenakan sepatu hak saat berbaris.
 
Mereka yang mengkritik keputusan tersebut termasuk  Wakil Perdana Menteri untuk Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik Ukraina Olga Stefanishina, Menteri Kebijakan Sosial Marina Lazebnaya; Menteri Urusan Veteran Yulia Laputina, dan Yekaterina Levchenko, utusan pemerintah untuk kebijakan gender, menandatangani pernyataan bersama yang mengkritik keputusan tersebut.
 
"Sepatu dengan tumit tidak sesuai dengan kemampuan tempur tentara, dan langkah 'Prusia' pada parade dengan sepatu seperti itu adalah bahaya yang disengaja untuk kesehatan tentara," bunyi pernyataan itu, yang diposting di halaman Facebook Stefanishina pada Jumat lalu.
 
Ada 57.000 wanita yang bertugas di angkatan bersenjata Ukraina. Bagi mereka, Ukraina memperkenalkan standar NATO, di mana prinsip kesetaraan hak dan kewajiban prajurit, terlepas dari jenis kelamin, berlaku tanpa syarat.
 
Menanggapi kritik tersebut, kementerian pertahanan mengunggah serangkaian gambar ke Facebook dari tentara wanita dari tentara lain yang mengenakan sepatu hak tinggi.
 
Para pejabat setempat masih tetap meminta kementerian untuk mengganti sepatu hak tinggi. Menunjuk penasihat gender dan melakukan survei terhadap perempuan di sektor keamanan dan pertahanan untuk mengetahui bagaimana perasaan mereka tentang kondisi kerja, termasuk seragam mereka.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif