Seorang perempuan yang ditahan karena memicu kepanikan di pesawat. Foto: The Sun
Seorang perempuan yang ditahan karena memicu kepanikan di pesawat. Foto: The Sun

Mengaku Teroris, Seorang Perempuan Ancam Ledakkan Pesawat

Internasional peristiwa unik dunia unik
Fajar Nugraha • 19 Desember 2019 17:07
Istanbul: Seorang penumpang wanita yang mengaku sebagai teroris memicu kepanikan dengan mengancam akan meledakkan sebuah pesawat di Turki.
 
Dia mengoceh bahwa dia adalah anggota kelompok terlarang FETO, yang disalahkan pemerintah Turki atas upaya kudeta 2016 terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.
 
Dilansir dari Sun Online, Kamis 19 Desember 2019, penumpang menahan wanita itu, saat pesawat Pegasus Airlines berada di landasan pacu di Bandara Sabiha Gokcen, Istanbul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengangkat foto ulama Islam Fethullah Gulen, yang dituduh berada di balik plot kudeta 2016, dan sebuah buku.
 
Menurut Cyprus Mail, wanita itu berteriak: "Saya anggota FETO, dan saya akan meledakkan pesawat."
 
Media Turki mengatakan wanita itu mengaku memiliki lima bom. Saat dia duduk bersama penumpang lain, dia menyalakan rokok di dalam pesawat, menurut situs berita Turki Hurriyet.
 
Rekaman menunjukkan wanita itu ditahan oleh sesama penumpang setelah dia mengancam akan meledakkan penerbangan ke Tymbou, Siprus Utara.
 
Petugas keamanan datang untuk mengawal wanita itu dari pesawat. Pencarian di jet itu tidak menemukan hal yang mencurigakan.
 
Wanita tersebut ditangkap oleh polisi Turki setelah ancaman mengejutkannya. Tidak jelas apakah penerbangan lepas landas atau dibatalkan setelah dia dikawal dari pesawat.
 
FETO, Organisasi Teroris Fethullahist, adalah apa yang telah disebut oleh pemerintah Turki sebagai gerakan Fethullah Gulen.
 
Gulen merupakan pendukung Erdogan tetapi Erdogan membersihkan pendukung Gulen dari peradilan, militer, dan layanan sipil setelah keduanya bertikai.
 
Kudeta militer yang gagal pada Juli 2016 mengakibatkan Erdogan memaksakan lebih banyak pembersihan dan menerapkan keadaan darurat.
 
Erdogan mengklaim para pemimpin kudeta itu terkait dengan Gulen, tetapi Gulen membantah terlibat di dalamnya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif