Alex Lancaster asal Inggris tak jadi menikah karena tunangannya berpura-pura meninggal dunia -- huffingtonpost/dailymail/mirror/alex lancaster
Alex Lancaster asal Inggris tak jadi menikah karena tunangannya berpura-pura meninggal dunia -- huffingtonpost/dailymail/mirror/alex lancaster

Ogah Nikahi Tunangannya, Pria Inggris Berpura-pura Mati

Willy Haryono • 19 Agustus 2014 19:08
medcom.id, Lancaster: Tanggal 15 Agustus 2014 seharusnya menjadi hari pernikahan Alex lancaster, jika saja tunangannya tidak memalsukan kematiannya sendiri.
 
Lancaster, perempuan 23 tahun asal Inggris, bertemu dengan Tucker Blandford pada Agustus 2012. Keduanya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
 
"Dia itu lelaki sejati. Dia kerap menghadiahi saya banyak berlian. Kami selalu merayakan hari jadi dengan makan malam bersama," tutur Lancaster, seperti dilansir Mirror dan Huffingtonpost, Senin (18/8/2014).

"Saya tidak pernah jatuh cinta seperti itu. Saya bertemu keluarganya dan mereka memperlakukan saya seperti anak sendiri. Ibunya dan saya menjadi sangat dekat," tambah dia.
 
Blandford kemudian melamar Lancaster. Lamaran diterima. Keduanya mulai merencanakan banyak hal untuk pernikahan.
 
Situasi berubah beberapa bulan lalu, saat dirinya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai ayah Blandford.
 
"Dia memberi tahu saya bahwa Tucker mengalami depresi berat dan ingin mati, sehingga akhirnya dia dengan sengaja melompat ke depan mobil yang sedang melaju," ucap Lancaster, seperti dilaporkan Yahoo! News UK.
 
"Pria itu juga menjelaskan keluarga berusaha mengirim Tucker ke psikiater, namun semua sudah terlambat."
 
Setelah menerima telepon, Lancaster langsung menghubungi ibu Tucker. Sang ibu menjawab telepon, dan mengaku tidak tahu apa-apa mengenai kematian anaknya. Tucker masih hidup dan dalam kondisi baik.
 
"Dia (ibu) bilang Tucker baik-baik saja, tapi dia mengira kami sudah tidak lagi bertunangan."
 
Sejak kebohongannya terungkap, Blandford terus meminta maaf dan bahkan mengganti sejumlah uang persiapan pernikahan. Lancaster menolaknya.
 
"Saya rasa saya tidak akan pernah bisa memaafkannya. Berpura-pura mati agar tidak jadi menikahi saya benar-benar perbuatan pengecut," tegas Lancaster.
 
Blandford mengakui semua kebohongannya. "Saya adalah orang jahat. Seharusnya saya tidak berbuat seperti itu, tapi saya bingung harus bagaimana."
 
"Alex adalah perempuan hebat. Tapi saya perlahan mulai merasa ketakutan akan hubungan kami, dan ingin segera mengakhirinya."
 
Kehidupan cinta Lancaster yang tragis berujung bahagia. Ia dilaporkan sukses menjalankan bisnis wedding organizer.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan