Presiden Tanzania: Penggunaan Kontrasepsi Hanya untuk Orang Malas
Presiden Tanzania John Magufuli. (Foto: AFP).
Dodoma: Presiden Tanzania John Magufuli melarang penggunaan kontrasepsi. Menurut dia, orang-orang yang menggunakan alat kontrasepsi hanya karena mereka terlalu malas memberi makan keluarga.

Pernyataan John menarik kritik dari para kelompok hak asasi perempuan. Pasalnya, John juga menyebutkan pengendalian kelahiran hanya saran buruk.

"Mereka yang melakukan program keluarga berencana itu malas. Mereka takut tidak bisa memberi makan anak-anaknya," kata Magufuli pada akhir pekan lalu, dilansir dari laman The Independent, Kamis 13 September 2018.


"Mereka tidak ingin bekerja keras untuk memberi makan keluarga besar dan itulah alasan mengapa memilih mengontrol kelahiran hingga berakhir dengan satu atau dua anak saja," imbuhnya.

Menurut dia, wanita saat ini dapat meninggalkan metode kontrasepsi. "Yang penting adalah bereproduksi," tukas sang presiden.

Magufuli menuturkan telah melakukan studi banding di Eropa dan melihat efek bahaya dari pengendalian kelahiran. Menurutnya beberapa negara menghadapi penurunan populasi yang berakhir pada kurangnya tenaga manusia.

"Anda memiliki ternak dan merupakan petani besar. Anda dapat memberikan makan untuk anak-anak. Lalu mengapa harus mengontrol kelahiran? Ini pendapat saya, namun saya tidak melihat alasan untuk mengendalikan kelahiran di Tanzania," serunya.

Rata-rata, seorang wanita Tanzania memiliki lebih dari lima anak. Jumlah pertumbuhan penduduk mereka termasuk di angka tertinggi dunia.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id