Bahkan tidak sedikit wisatawan yang mengira ekspresi datar tersebut sebagai tanda bahwa warga Rusia kurang ramah atau sulit didekati. Begitu juga saat tim Medcom.id melihat secara langsung masyarakat Rusia di sela-sela peliputan St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026.
Di balik wajah yang terlihat serius, terdapat perbedaan budaya yang cukup menarik antara Rusia dan banyak negara Asia, termasuk Indonesia yang dikenal dengan budaya senyum dan keramahan.
Senyum di Rusia punya makna yang berbeda
Maria, seorang freelancer interpreter SPIEF 2026 yang tinggal di St. Petersburg, menjelaskan bahwa masyarakat Rusia memiliki pandangan berbeda mengenai senyum dibandingkan masyarakat Indonesia.“Kalau ada orang yang berjalan sendiri di jalan lalu tersenyum ke orang lain tanpa alasan yang jelas, justru dianggap aneh,” ujarnya saat berbincang dengan tim Medcom.id, Minggu, 7 Juni 2026.
| Baca juga: Rusia, Negara Beruang Merah yang Punya Kalender Unik dan 11 Zona Waktu Berbeda |
Maria mengatakan, senyum dalam budaya Rusia bukan sekadar ekspresi sopan santun kepada orang asing. Senyum biasanya diberikan kepada keluarga, sahabat, atau orang-orang yang memiliki hubungan personal.
Karena itu, warga Rusia tidak terbiasa melempar senyum kepada orang yang tidak mereka kenal saat berpapasan di jalan atau berada di transportasi umum.

Warga rusia menjalankan kegiatan sehari-hari. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Wajah serius bukan berarti tidak ramah
Perbedaan budaya ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman bagi wisatawan asing.Banyak pelancong yang mengira masyarakat Rusia sedang marah atau tidak menyukai kehadiran orang lain ketika melihat ekspresi mereka yang cenderung datar. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Rusia tetap dikenal sopan dan bersedia membantu ketika dimintai pertolongan. Mereka mungkin tidak langsung tersenyum, tetapi bukan berarti menolak berinteraksi.
Justru setelah percakapan dimulai, banyak wisatawan mengaku menemukan sisi hangat dan bersahabat dari warga Rusia.
Profesionalisme yang kerap disalahartikan
Hal serupa juga sering ditemui saat berkunjung ke restoran, hotel, toko, atau tempat wisata di Rusia. Pelayanan yang diberikan biasanya terasa lebih formal dibandingkan standar pelayanan di Indonesia. Namun, hal tersebut bukan menunjukkan sikap dingin atau tidak menghargai pelanggan.Sebaliknya, masyarakat Rusia memandang sikap profesional sebagai bagian penting dalam pekerjaan. Mereka lebih fokus pada pelayanan yang efektif dibandingkan menunjukkan keramahan melalui senyum yang berlebihan.
Jika di Indonesia senyum menjadi bagian dari etika sosial sehari-hari, di Rusia keramahan lebih banyak ditunjukkan melalui tindakan nyata, kesediaan membantu, serta interaksi yang jujur dan apa adanya.
Mereka bukan sedang marah, tidak sedang kesal, dan bukan pula tidak menyukai kehadiranmu. Bisa jadi, itulah cara masyarakat Rusia menjalani kehidupan sehari-hari dan mengekspresikan ketulusan dalam budaya mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News