"Saya suka tekstur keringnya saat mengunyah, bukan soal rasa. Awalnya saat hamil Jaxon (putra kelima Sylvester), ketika pergi ke toilet, saya berpikir untuk makan tisu itu. Ya mungkin kedengarannya konyol, tapi saya memakannya," ungkap Sylvester dilansir dari mirror, Sabtu (13/12/2014).
Sylvester mengaku, dalam sehari, ia mampu mengabiskan delapan helai setiap 'berkunjung' ke toilet. Lama kelamaan, rutinitas ke toilet Sylvester berubah, hanya untuk mengudap tisu-tisu gulung itu. Seperti camilan favorit, Sylvester mengaku hanya mengonsumsi tisu satu merek saja.
"Merek yang berbeda, rasanya juga berbeda. Saya menyediakan satu gulung (tisu) untuk makan dan satu gulung lainnya untuk aktifitas toilet seperti biasa," kata Sylvester.
Perempuan dua puluh lima tahun ini menyadari gangguan makan yang ia alami dan menginginkan untuk berhenti mengonsumsi tisu. Selain berbahaya bagi kesehatan, ia juga tak mau anak-anaknya mencontoh kebiasaan buruk sang ibu.
"Saya mencoba untuk menyembunyikannya dari anak-anak. Tapi sesekali mereka memergoki saya tengah memakan tisu. Mereka bilang, 'muntahkan mama, buang ke toilet'," cerita Sylvester
Sementara itu, tim medis menyimpulkan, gangguan makan yang dialami Sylvester dinamakan sebagai Pica. Pica merupakan gangguan makan langka dengan mengonsumsi zat atau benda dari alat rumah tangga yang tak memiliki gizi. Seperti cat dan arang.
Pica dapat menimbulkan gejala penyumbatan usus, racun dalam darah dan infeksi. Pemicunya adalah gangguan obsesif-kompulsif yang melibatkan rasa cemas dan pikiran menyedihkan, tidak ada obat untuk Pica.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News