Jackson Oswalt membuat reaktor nuklir tanpa bantuan buku panduan. (Foto: Fox News)
Jackson Oswalt membuat reaktor nuklir tanpa bantuan buku panduan. (Foto: Fox News)

Bocah 14 Tahun Ciptakan Reaktor Nuklir di Kamarnya

Arpan Rahman • 23 Februari 2019 18:40
Memphis: Seorang bocah berusia 14 tahun berhasil membuat reaktor nuklir yang berfungsi dengan baik di kamarnya sendiri. Kini dia dipandang sebagai salah satu ilmuan termuda di Amerika Serikat.
 
Jackson Oswalt, remaja laki-laki asal Memphis, berhasil menyelesaikan reaktor nuklirnya sendiri saat masih berusia 13 tahun. Reaktor buatan tangan itu dibuat dari vakum, pompa dan benda-benda lainnya. 
 
Kreasi luar biasa Oswalt tersebut mampu berfungsi seperti reaktor nuklir pada umumnya, yakni menghancurkan atom-atom dan melepas semburan energi.

Di usia 12 tahun, anak muda itu mulai menggarap proyek reaktor fusi dan mencari berbagai informasi terkait nuklir di internet. Oswalt mengaku sangat tertarik dengan nuklir.
 
"Awal dari prosesnya adalah memahami apa yang orang-orang lakukan untuk membuat reaktor fusi," kata Oswalt kepada Fox News.
 
"Setelah itu, saya menyusun daftar barang-barang apa saja yang diperlukan. Sebagian besar barang saya dapatkan dari eBay, tapi banyak juga yang ternyata tidak sesuai harapan saya," lanjut dia.
 
"Jadi, barang-barnag itu terpaksa saya modifikasi sendiri agar proyek saya bisa berjalan dengan baik," cetus Oswalt, seperti disitat dari laman Evening Standard, Junat 22 Februari 2019.
 
Untuk mengerjakan proyek reaktor nuklir, Oswalt membutuhkan ruang yang cukup besar. Dia kemudian memodifikasi ruang bermainnya menjadi seperti laboratorium sungguhan.
 
Bocah 14 Tahun Ciptakan Reaktor Nuklir di Kamarnya
Jackson Oswalt mengaku sangat tertarik dengan nuklir. (Foto: Fox News)
 
Mengenai dana proyek, Oswalt meminta bantuan dari kedua orang tua, yang jumlahnya mencapai antara USD8 ribu hingga USD10 ribu (kisaran Rp112 juta sampai Rp140 juta) dalam kurun waktu satu tahun.
 
Ayahnya, Chris Oswalt, mengaku tidak memahami apa yang sebenarnya dilakukan sang anak. Namun demi keamanan, Chris memanggil beberapa ahli untuk menasihati anaknya.
 
Tanpa bantuan buku panduan, Oswalt mengaku mengandalkan metode trial and error, serta mencari referensi di forum fisika di dunia maya.
 
"Setelah mengerjakan proyek ini cukup lama, ternyata keseluruhan prosesnya cukup sederhana. Hanya awalnya saja yang sedikit membingungkan," sebut Oswalt.
 
"Pada akhirnya, seluruh potongan teka-teki itu terpecahkan dan saya bisa melanjutkan proyek dengan baik," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan