Seorang ahli DNA ternama, Dr Jari Louhelainen, mengklaim Jack adalah Aaron Kosminski, imigran asal Polandia. Aaron adalah satu dari enam tersangka utama kasus Jack the Ripper.
Selama berdekade-dekade, polisi dan kriminolog kebingungan menguak identitas Jack the Ripper. Namun berkat kemajuan teknologi, puzzle rumit itu perlahan terbongkar.
Seperti dilaporkan The Mail, Ahad (7/9/2014), sebuah selendang yang dikenakan salah satu korban Jack dianalisis dengan teknik forensik terbaru. DNA pelaku dapat dikenali, begitu juga DNA pembunuhnya.
Dr Louhelainen membandingkan DNA yang diambil dari selendang dengan DNA keluarga korban dan tersangka. Dari analisis inilah, sang dokter menyimpulkan Kosminski sebagai Jack the Ripper.
Jack kerap memilih para korbannya yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial di lingkungan miskin di London. Modus operandi Jack adalah menggorok leher korban, dan dilanjutkan dengan memotong-motong anggota tubuh lainnya.
Pembunuhan berantai Jack the Ripper diadaptasi ke berbagai cerita fiksi dalam novel, komik, film serial televisi dan juga layar lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News