Peneliti dari Universitas Yale dan California Santa Cruz menggunakan tiga teleskop berbeda untuk mendeteksi dan mengkalkulasi umur dari galaksi yang terlihat buram itu. Dengan mengukur bagaimana cahayanya berubah, mereka menentukan galaksi bernama EGZ-zs8-1 itu, terbentuk sekitar 670 juta tahun setelah Big Bang.
Big Bang adalah teori dimana alam semesta tercipta setelah terjadinya ledakan besar.
Galaksi ini, yang dilihat dengan menggunakan teleskop tercanggih terkini, diperkirakan baru berumur 100 juta tahun.
"Kami seperti melihat balita yang sedang bertumbuh kembang," ucap Garth Illingworth dari Universitas of California Santa Cruz, seperti dikutip Associated Press, Selasa (5/5/2015).
Menurut Illingworth, galaksi ini "melahirkan" beragam bintang 80 kali lebih cepat dari Bimasakti (Milky Way). "Bintang-bintang ini tidak seperti Matahari milik kita, karena terlihat jauh lebih biru," tutur dia.
Astronom Yale Pascal Oesch menggunakan Teleskop Hubble pada 2013 saat dirinya melihat sebuah objek menyala. Ia menggunakan teleskop Spitzer untuk melihatnya kembali.
Pekerjaan tersulit adalah mengonfirmasi usia dan jaraknya dengan teleskop di fasilitas Keck Observatory di Hawaii yang mampu memisahkan gelombang cahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News