Maskapai Qantas dituduh melakukan diskriminasi gender. Foto: AFP
Maskapai Qantas dituduh melakukan diskriminasi gender. Foto: AFP

Dilarang Masuk Kelas Bisnis, Seorang Perempuan Tuduh Maskapai Lakukan Diskriminasi Gender

Medcom • 19 Agustus 2022 06:27
Melbourne: Seorang perempuan menuduh sebuah maskapai penerbangan di Australia melakukan ‘diskriminasi gender’ setelah ia mengatakan bahwa ia tidak diperbolehkan untuk memasuki kelas bisnis. Penolakan masuk itu lantaran pakaian yang ia kenakan.
 
Ketika dugaan insiden terjadi, Natalie Marie Coyle, mantan bintang gulat World Wrestling Entertainment (WWE) tengah mencoba mengakses ruangan kelas bisnis Qantas Airways di Bandara Melbourne, Australia pada Kamis lalu.
 
“Tahun 2020, @qantas airline Melbourne tidak memperbolehkan seorang wanita yang memegang tiket kelas bisnis untuk memasuki ruang bisnis dengan pakaian olahraga,” cuitan Coyle yang saat itu mengenakan jumpsuit atletik berwarna oranye.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pekerjaan saya ADALAH kebugaran dan gaya hidup yang aktif. Qantas lebih memilih wanita berpakaian dengan gaun. #genderdiscrimination #qantas.” tulisnya, seperti dikutip dari Yahoo News, Jumat 19 Agustus 2022.
 
“Pakaian olahraga dari kepala-hingga-ujung kaki dilarang keras di ruang tunggu bandara Qantas Australia," berdasarkan situs resmi maskapai.
 
Coyle mengatakan, permasalahan yang ia hadapi bukan dari kebijakan perusahaan. Sebaliknya, ia mempermasalahkan apa yang ia lihat sebagai standar ganda antara penumpang pria dan wanita.
 
“Klarifikasi: Ini BUKAN permasalahan aturan berpakaian. Saya mendukung hak bisnis dalam mengatur standar aturan berpakaian yang adil. Namun, suami saya diizinkan untuk mengenakan ini, sementara saya diusir dengan memakai pakaian seperti ini,” cuit Coyle, dengan membagikan berbagai sisi foto dirinya dan suaminya, Jonathan Coyle.
 
“Masalah saya (yang ingin ditekankan) adalah bahwa standar tersebut harus ditegakkan secara adil,” ungkapnya.
 
Komentar Coyle mendapatkan reaksi keras dari para penggemarnya –,ia memiliki hampir 1 juta pengikut di Twitter dan lebih dari 4.2 juta di Instagram,– yang mana banyak dari mereka merasa Coyle sangat dirugikan oleh pihak maskapai penerbangan. Pegulat yang beralih menjadi model yang dikenal sebagai Eva Marie mengatakan meskipun telah membeli tiket kelas bisnis untuk penerbangan yang akan datang, ia tidak diperbolehkan untuk memasuki ruang tunggu itu.
 
“Wow itu menjijikan. Cukup adil dalam memiliki syarat berpakaian, tetapi setidaknya harus diperlakukan sama,” komentar salah satu pengguna media sosial.
 
Para pembaca lainnya mempermasalahkan aturan tersebut secara umum, dengan mengatakan bahwa aturan pelarangan berpakaian yang nyaman di bandara itu membingungkan.
 
“Masuk akal untuk memakai pakaian olahraga dalam bandara. Qantas harus mengetahui dan memperbolehkan hal ini (cara berpakaian),” tulis seorang pembaca.
 
Namun, tidak sedikit orang yang berpikir bahwa cara berpikir Coyle salah, dengan menitikberatkan pada pakaian yang dikenakan suaminya tidak melanggar aturan berpakaian maskapai penerbangan. 
 
“Apabila suami Anda mengenakan celana yang sangat pendek dan sendal jepit, ia juga akan ditolak (memasuki ruang tunggu tersebut). Kaos dan celana pendek itu diperbolehkan. Baca protokol kode berpakaian. Tidak ada seorang pun dalam ruang bisnis yang ingin melihat seseorang di sana dengan mengenakan celana track,” tulis salah satu pengguna.
 
Coyle, yang diketahui sebagai Eva Marie WWE dari tahun 2013 hingga 2017, kini bekerja sebagai aktris dan perancang busana, selain menjadi model fitness. (Gracia Anggellica)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif