Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Jika Perang Dunia III Pecah, Ini Negara-Negara yang Dianggap Paling Aman

Annisa ayu artanti • 03 Maret 2026 12:35
Ringkasnya gini..
  • Islandia dan Swiss dikenal netral dan minim konflik.
  • Indonesia dinilai aman karena kebijakan bebas dan aktif.
Jakarta: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di kawasan. Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas hingga memunculkan spekulasi tentang kemungkinan Perang Dunia III.
 
Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah negara kerap disebut sebagai lokasi yang relatif lebih aman jika konflik global benar-benar terjadi. Faktor yang dinilai mencakup netralitas politik, letak geografis, sumber daya alam, hingga tingkat keterlibatan dalam konflik internasional.
 
Berikut beberapa negara yang sering dianggap paling aman dalam skenario perang global seperti dilansir dari The Economics Time pada Selasa, 3 Maret 2026:

1. Islandia

Islandia dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia dan kerap menempati posisi teratas dalam Indeks Perdamaian Global. Secara geografis, negara ini berupa pulau terpencil di kawasan Atlantik Utara.

Islandia tidak pernah terlibat dalam perang modern berskala besar. Populasinya yang kecil serta kondisi iklim yang keras membuat negara ini memiliki kepentingan strategis yang relatif rendah dalam konflik militer global. Faktor-faktor tersebut menjadikannya sering disebut sebagai tempat perlindungan yang aman.

2. Swiss

Swiss identik dengan netralitas politik. Bahkan saat Perang Dunia Kedua, negara ini mempertahankan sikap netralnya. Letaknya yang terkurung daratan dan dilindungi oleh pegunungan Alpen membuatnya memiliki pertahanan geografis alami.
 
Swiss juga dikenal memiliki banyak tempat perlindungan nuklir. Sejarah panjang netralitas membuat negara ini relatif terhindar dari konflik besar selama beberapa dekade terakhir dan dipandang kecil kemungkinannya menjadi target dalam konflik global.
 
Baca juga: Perang Iran-Israel Ancam Neraca Dagang RI! Selat Hormuz Ditutup, Biaya Ekspor Melonjak?

3. Indonesia

Indonesia juga kerap masuk dalam daftar negara yang dinilai relatif aman. Presiden pertama Indonesia, Achmed Sukarno, pernah menggambarkan kebijakan luar negeri Indonesia sebagai “bebas dan aktif”.
 
Sikap tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang independen dalam urusan internasional dan berfokus pada perdamaian dunia. Selain itu, geografi Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau dinilai mengurangi risiko menjadi target militer strategis utama dalam konflik antarnegara adidaya.

4. Afrika Selatan

Afrika Selatan memiliki keunggulan dalam hal sumber daya alam. Negara ini memiliki tanah subur, sumber makanan yang melimpah, serta cadangan air tawar yang cukup besar.
 
Ketersediaan sumber daya tersebut membuat Afrika Selatan dinilai memiliki kemampuan swasembada yang baik dalam kondisi krisis global. Infrastruktur modernnya juga dapat mendukung pengelolaan sumber daya secara efektif jika terjadi gangguan internasional.

5. Greenland

Greenland dikenal sebagai wilayah yang sangat terpencil dengan populasi yang minim. Isolasinya membuat wilayah ini memiliki kepentingan strategis yang terbatas dalam banyak konflik global.
 
Karena faktor geografis dan jumlah penduduk yang kecil, Greenland sering dianggap kurang menarik sebagai target dalam skenario perang berskala besar.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan