Patung berharga era zaman Romawi. Foto: San Antonio Museum of Art
Patung berharga era zaman Romawi. Foto: San Antonio Museum of Art

Tak Disangka, Patung Karya Seni Romawi Dihargai Rp500 Ribu

Internasional Amerika Serikat Karya Seni peristiwa unik
Medcom • 06 Mei 2022 13:06
Texas: Sebuah patung Romawi nan berharga dinyatakan hilang setelah Perang Dunia II. Tak disangka, karya seni tersebut kembali muncul saat terjual seharga USD34.99 (sekitar Rp500 ribu) di Goodwill, Texas, Amerika Serikat (AS). 
 
Patung marmer dengan nama sederhana, “Potret seorang pria”, tersebut dibuat sekitar tahun 1 Sebelum Masehi, sebagaimana disebutkan Museum Seni San Antonio (SAMA). SAMA memamerkan patung itu mulai Rabu, 4 Mei 2022.
 
Perjalanan patung selama 2.000 tahun dengan jarak tak terhitung hingga dijual di Austin masih menjadi misteri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SAMA menyebut para ahli meyakini karya itu dijarah dari museum Jerman setelah Perang Dunia II dan dibawa pulang oleh tentara Amerika Serikat (AS). Namun, tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi di antara kedua titik itu.
 
Laura Young, asal Austin, mengatakan kepada The Art Newspaper bahwa dirinya melihat pahatan marmer itu di bawah meja pada Goodwill cabang setempat pada 2018 dalam keadaan kotor dan lusuh, dengan label harga berwarna kuning. Ia kemudian membelinya, menaruhnya di kursi belakang mobil, lalu pergi.
 
Setelahnya, Young mulai melakukan riset kecil, sebagaimana disampaikan Texas Public Radio. Menyadari barang yang dibelinya lebih berharga dari yang dikira, ia pun menghubungi pusat lelang di London, yang mengonfirmasi bahwa patung itu kemungkinan produk kuno, dan hampir pasti sebelumnya dijarah.
 
Karya tersebut diperkirakan menggambarkan Drusus Germanicus, seorang jenderal Romawi yang dihormati.
 
Diketahui bahwa karya berharga itu terakhir tercatat di Pompejanum, Jerman. Dibentuk seperti vila Pompeii, museum Pompejanum menampung banyak karya seni Eropa. Namun, museum ini kemudian berada di tengah baku tembak antara pasukan AS dan Nazi menjelang perang, sehingga mudah menjadi sasaran tentara.
 
Young menghubungi seorang pengacara di New York, Leila Amineddoleh, memiliki spesialisasi seni, lapor The Art Newspaper.
 
“Hukum AS tidak mengakui pemindahan kepemilikan jika melibatkan pencurian,” ucap Amineddoleh. 
 
“Saya menyarankan agar Laura tidak menjualnya, baik secara publik maupun pribadi, tepatnya di pasar gelap. Ia bisa-bisa berada dalam pertarungan hukum atau hukuman pidana jika mencobanya,” tutur Amineddoleh.
 
Karenanya, mereka menghubungi pihak berwenang Jerman, yang sangat senang menantikan kembalinya patung itu.
 
Dinas Bavaria untuk Istana, Taman, dan Danau Milik Negara setuju untuk membayar Young karena telah menemukannya, dan mengizinkan SAMA memamerkannya sementara waktu. Dokumen terkait telah diselesaikan beberapa hari lalu.
 
“Hal yang sangat tidak biasa adalah sebagian besar kasus penjarahan dilakukan oleh Nazi. Kira-kira 20 persen dari semua barang seni di Eropa dijarah oleh Nazi,” kata Amineddoleh.
 
“Namun, patung Drusus Germanicus ini kemungkinan besar dijarah oleh anggota pasukan Sekutu,” ucapnya.
 
Patung itu dipajang di Museum Seni San Antonio pada 4 Mei 2022 hingga 21 Mei 2023. (Kaylina Ivani)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif