Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Menyamar Jadi Menlu, Pria Prancis Curi Puluhan Juta Euro

Internasional penipuan prancis
Arpan Rahman • 04 Februari 2020 19:06
Paris: Sekelompok pria dituduh menggunakan Skype dan topeng silikon untuk memetik puluhan juta euro dari orang kaya dan terkenal. Mereka menyamar sebagai politisi Prancis terkemuka. Semuanya akan diadili di Paris pada Selasa hari ini.
 
Para korban dari Jean-Yves Le Drian palsu -- sekarang menjabat menteri luar negeri, tetapi kemudian bertugas sebagai menteri pertahanan -- termasuk pemimpin spiritual miliarder Aga Khan, yang diperas EUR20 juta setara Rp303 miliar.
 
Mulai tahun 2015, "menteri gadungan" melakukan panggilan melalui telepon dan tautan video mengenakan topeng kepada lebih dari 150 target -- di antaranya tiga berhasil ditipu -- seringkali mencari dana untuk "operasi rahasia" dengan janji pembayaran oleh negara Prancis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uang itu sering dikatakan untuk pembayaran tebusan atau operasi anti-teror.
 
"Saya berharap keadilan akan tegak dan memastikan bahwa penjahat ini dihukum sebagaimana mestinya," Le Drian yang asli mengatakan kepada media Prancis pada akhir pekan. Sembari menambahkan ia "terkejut" dan "tersinggung" oleh dugaan pencatutan namanya.
 
Dua tersangka keturunan Franco-Israel, Gilbert Chikli, 54, dan Anthony Lasarevitsch, 35, dianggap sebagai dalang kelompok tersebut.
 
Pada 2015, pengadilan Prancis menghukum Chikli in absentia hingga tujuh tahun penjara karena penipuan serupa pada 2005 dan 2006, di mana ia menyamar sebagai CEO sejumlah bisnis.
 
Di ujung pelarian, ia ditangkap dua tahun kemudian dengan Lasarevitsch di Ukraina. Di telepon mereka, polisi menemukan gambar topeng silikon Pangeran Albert II dari Monako, yang menunjukkan mereka sedang merencanakan tipuan lainnya.
 
Tujuh pria diadili pada Selasa. Enam dari terdakwa, termasuk Chikli dan Lasarevitsch, didakwa atas penipuan sebagai Le Drian palsu dan rencana yang dicurigai untuk menargetkan Pangeran Albert, sedangkan yang ketujuh didakwa semata-mata atas dugaan plot Monako.
 
Jaksa penuntut mengatakan Aga Khan, pemimpin spiritual Muslim Ismaili, ditipu oleh penyamar Le Drian pada 2016 dan melakukan lima transfer senilai 20 juta Euro ke Polandia dan Tiongkok. Tiga pembayaran dibekukan, tetapi 7,7 juta Euro hilang.
 
Beberapa bulan kemudian, raja bisnis Turki Inan Kirac diduga diyakinkan untuk mengirim lebih dari USD47 juta (setara Rp644 miliar) untuk apa yang menurutnya adalah uang tebusan bagi dua wartawan yang disandera di Suriah.
 
Yang lain menjadi sasaran, tetapi tidak berhasil, termasuk presiden Gabon, Ali Bongo, badan amal Sidaction Prancis, CEO perusahaan semen Lafarge, dan uskup agung Paris.
 
Telepon palsu Le Drian bahkan mencoba meyakinkan pemerintah Tunisia agar membeli empat helikopter serang Airbus Tigre seharga EUR19 juta setara Rp288 miliar.
 
Chikli dan Lasarevitsch menyangkal tuduhan itu. Namun dalam sebuah wawancara dengan televisi Prancis pada 2010 atas penipuan sebelumnya, Chikli mengatakan dia tertarik dengan "permainan" penipuan. "Kamu bisa mendapatkan hadiah atau tidak. Ini seperti aktor terkenal. Ketika sampai pada saya, Anda dapat mengatakan bahwa saya mendapat hadiah," katanya, dirilis dari Guardian, Selasa 4 Februari 2020.
 
Kisahnya menginspirasi film 2015, Je Compte Sur Vous (I Counting on You), dengan aktor Prancis Vincent Elbaz dalam peran utama.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif