Neil Gemmell (kanan) bersama jajaran VisitScotland mengamati sampel air dari danau Loch Ness. (Foto: VisitScotland)
Neil Gemmell (kanan) bersama jajaran VisitScotland mengamati sampel air dari danau Loch Ness. (Foto: VisitScotland)

Ilmuwan Sebut Monster Loch Ness Mungkin Belut Raksasa

Internasional peristiwa unik dinosaurus
Arpan Rahman • 07 September 2019 10:14
Drumnadrochit: Banyaknya laporan mengenai penampakan monster di danau Loch Ness menarik banyak perhatian ilmuwan di seluruh dunia, termasuk Neil Gemmell asal Selandia Baru.
 
Menurutnya, 'Monster Loch Ness' kemungkinan adalah seekor belut biasa yang ukurannya lebih besar dari normal. Pernyataannya didasari hasil analisis 250 sampel air yang diambil dari danau Loch Ness di Skotlandia.
 
Gemmell dan tim menemukan 500 juta DNA dari 250 sampel air, dan tidak ada satu pun yang merujuk pada reptil era Jurassic, ikan lele raksasa atau hiu purba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun banyak dari DNA itu merujuk pada spesies belut. Dalam sebuah konferensi pers di Drumnadrochit pada Kamis 5 September, Gemmell mengaku "terkejut" atas penemuan banyaknya DNA belut dari danau Loch Ness.
 
Ia menduga mungkin saja ada seekor belut yang tumbuh besar hingga ke ukuran "ekstrem" di danau Loch Ness sehingga salah dikenali sebagai 'monster' tak dikenal.
 
"Sebagian besar spesies (di Loch Ness) sangat kecil dan sulit dilihat. Tapi tentu juga ada beberapa yang lebih besar," ujar Gemmell, dirilis dari kantor berita UPI, belum lama ini.
 
"Pertanyaannya adalah, apakah ada spesies yang cukup besar untuk menjelaskan mengenai banyaknya laporan penampakan monster atau makhluk tak dikenal di Loch Ness?" lanjutnya.
 
Ilmuwan Sebut Monster Loch Ness Mungkin Belut Raksasa
(Sosok yang diyakini sebagai Nessie pada 1934. Foto: Bentley Archive)
 
Meski teorinya belum tentu benar, Gemmell menegaskan kemungkinan bahwa monster Loch Ness adalah belut raksasa perlu dipertimbangkan dan dikonfirmasi lebih lanjut melalui investigasi.
 
"Data kami tidak menunjukkan ukurannya, tapi tingginya kuantitas (DNA) membuat kami tidak dapat mengesampingkan begitu saja bahwa ada belut raksasa di Loch Ness," ucap Gemmell.
 
Agensi Pariwisata Skotlandia, VisitScotland, menyambut baik hasil studi Gemmell. Ia menilai penelitian sang ilmuwan telah meningkatkan daya tarik wisata ke danau Loch Ness dan juga dataran tinggi Skotlandia.
 
"Loch Ness dan misteri seputar monster di dalamnya telah menarik perhatian banyak pengunjung dari tahun ke tahun," kata Chris Taylor, kepala regional ViscitScotland.
 
"Temuan Gemmell akan menghadirkan lebih banyak sudut pandang mengenai pertanyaan yang belum terjawab seputar Loch Ness. Hal ini tentu saja akan membuat banyak orang penasaran dan datang ke Loch Ness untuk mencari sendiri jawabannya," tambahnya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif