Pria Tiongkok salah mengira pestisida sebagai sampo. (Foto: Sina.com.cn).
Pria Tiongkok salah mengira pestisida sebagai sampo. (Foto: Sina.com.cn).

Dikira Sampo, Pria Tiongkok Keramas Pakai Pestisida

Internasional tiongkok
Marcheilla Ariesta • 26 Maret 2019 17:59
Yunnan: Seorang dokter di Tiongkok terpaksa mencukur habis rambut pasiennya yang menggunakan pestisida untuk keramas. Rupanya sang pasien salah mengira botol pestisida itu adalah sampo.
 
Akibatnya, rambut pasien yang dirahasiakan namanya tersebut penuh dengan zat racun. Pria itu salah mengira pestisida dichlorvos (DDVP) yang ditaruh bersebelahan dengan botol sampo.
 
Dia menyadari kesalahannya saat mencium bau sampo tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari laman South China Morning Post, Selasa, 26 Maret 2019, usai keramas dengan pestisida, pria tersebut merasakan berbagai gejala, seperti berkeringat dan mengigil. Dia juga mencoba keramas lagi untuk menghilangkan pestisida tersebut.
 
Karena masih merasakan berbagai gejala, pria itu kemudian mencari perawatan ke Rumah Sakit Tradisional Yunnan.
 
"Dia mencoba membasuh rambutnya dengan air dan cuka. Namun, dalam situasi itu, apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan," kata Wakil Direktur Unit Gawat Darurat, Wu Ying.
 
Namun, dia tidak menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan jika seseorang melakukan kesalahan seperti yang dialami pria asal Yunnan itu.
 
Dokter kemudian mengobati pria itu dari keracunan dan mencukur rambutnya untuk menghapus residu yang tersisa. "Kami menggunakan pencukur sekali pakai. Beberapa dokter memotong rambutnya dengan gunting dan kemudian mencukurnya," imbuh dia.
 
Saat ini, pria tersebut sudah sembuh total setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
 
DDVP merupakan pestisida yang biasa dipakai untuk rumah tangga dan industri. Senyawa itu sudah dilarang penggunaannya oleh Uni Eropa sejak dua dekade lalu.
 
Alasannya, racun pestisida memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Di Tiongkok sendiri, DDVP juga dilarang di sejumlah kawasan seperti Guangzhou.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif