Sekelompok ilmuwan meyakini reseptor dan indra penciuman lalat buah dapat menjadi inspirasi sistem pendeteksi generasi mendatang.
Selama ini lalat buah terbukti mampu mendeteksi aroma minuman anggur. Peneliti di Universitas Sussex, Inggris, terkejut karena hewan terbang itu juga mampu mendeteksi aroma bahan peledak dan barang selundupan lainnya.
Ketepatan penciuman lalat buah disebut jauh lebih akurat ketimbang sensor metal oksida yang biasa digunakan saat ini.
Dalam studi yang dirilis di jurnal Bioinspiration dan Biomimetics, disebutkan teknologi 'hidung elektronik' atau e-noses yang menyerupai indra penciuman hewan, sudah di depan mata.
"Anjing dapat mencium narkotika dan orang telah melatih lebah untuk mendeteksi bahan peledak," ujar Profesor Thomas Nowotny seperti dikutip Mirror.co.uk, Rabu (26/11/2014).
"Sementara lalat buah, kami menemukan bahwa mereka mampu mengenali banyak bau-bauan dengan tingkat akurasi tinggi. Fakta ini mengejutkan kami," sambung dia.
Tujuan jangka panjang riset ini adalah 'menciptakan ulang' hidung binatang untuk diterapkan pada teknologi tertentu. Selain di bidang kriminal, teknologi ini juga dapat mengukur kualitas makanan dan lingkungan.
Teknologi e-noses bahkan dapat diterapkan pada industri minuman anggur, atau memonitor aktivitas gunung berapi dan mendeteksi hama di bidang agrikultur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News