Namun, Ashtarak Kat Company sadar bahwa mereka sudah tak memiliki uang yang cukup untuk membayar gaji karyawannya. Lalu, mereka menggagas model pembayaran unik, yaitu dengan keju.
Dilansir Evo News, Senin (12/12/2016), sepanjang tahun, Ashtarak Kat Company memproduksi banyak keju premium asal Prancis, yakni keju biru Roquefort.
Awalnya, keju premium itu diproduksi untuk memenuhi permintaan ekspor. Sayangnya, mereka kesulitan mencari pembeli, sehingga hanya dalam beberapa bulan saja beroperasi, perusahaan itu bangkrut.
Ashtarak Kat memang sudah tak punya uang, tapi gudang mereka penuh dengan keju mahal. Maka, mereka memutuskan membayar para karyawan dan peternak sapi perah dengan keju. Setiap kilogram keju dihargai 2000 dram Armenia atau setara Rp55 ribu.
Dibalik keputusannya, tak semua orang setuju dengan metode pembayaran menggunakan keju ini. "Tapi, membayar karyawan dan mitra perusahaan dengan keju, bukan solusi," ucap Wali Kota Chambarak, Yuri Avalyan.
Dia menjelaskan bahwa konsumsi keju biru di Armenia sangatlah rendah. Hal itu menyebabkan keju tersebut tidak bisa dijual kembali dengan mudah.
Beberapa karyawan setuju dengan sistem pembayaran Ashtarak Kat. Hanya saja, perusahaan harus menyimpankan keju tersebut hingga mereka mendapatkan pembeli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News