20 Perempuan yang Paling Penting dalam Sejarah Dunia

Arpan Rahman 10 Agustus 2018 14:04 WIB
peristiwa unik
20 Perempuan yang Paling Penting dalam Sejarah Dunia
Marie Curie, ilmuwan perempuan peraih dua penghargaan Nobel (Foto: PA).
London: Perempuan ini adalah orang pertama yang memenangkan dua hadiah Nobel. Penelitiannya tentang radioaktif menemukan obat efektif untuk kanker dan membantu mengembangkan sinar-X dalam operasi.
 
Lebih dari 100 tahun kemudian, Marie Curie terpilih sebagai wanita paling penting dalam sejarah dunia.
 
BBC History Magazine telah melakukan survei para pembacanya guna mencari tahu siapa yang mereka pikir telah mengubah dunia.
 
Sang ilmuwan pioner muncul teratas, melampaui tokoh seperti Margaret Thatcher, Diana Putri Wales, Emmeline Pankhurst, dan Perawan Maria.
 
Inilah 20 wanita teratas yang mengubah dunia versi BBC History Magazine, seperti disitat dari Metro.co.uk, Jumat 10 Agustus 2018:
 
1. Marie Curie
2. Rosa Parks
3. Emmeline Pankhurst
4. Ada Lovelace
5. Rosalind Franklin
6. Margaret Thatcher
7. Angela Burdett-Coutts
8. Mary Wollstonecraft
9. Florence Nightingale
10. Marie Stopes
11. Eleanor of Aquitaine
12. The Virgin Mary
13. Jane Austen
14. Boudicca
15. Diana, Princess of Wales
16. Amelia Earhart
17. Queen Victoria
18. Josephine Butler
19. Mary Seacole
20. Mother Teresa
 
Marie Curie, ilmuwan Prancis kelahiran Polandia, menjadi orang pertama yang memenangkan dua hadiah Nobel -- satu untuk fisika dan satu untuk kimia dan melakukan penelitian penting tentang radioaktivitas, istilah yang ia ciptakan.
 
Demi menyusun daftar, BBC History Magazine meminta para ahli di 10 bidang kehidupan yang berbeda guna masing-masing menominasikan 10 wanita yang mereka yakini memiliki dampak terbesar, untuk membuat daftar 100 wanita bagi para pembaca untuk dipilih.
 
Pengusul Curie, Patricia Fara, presiden British Society for the History of Science, berkata: "Dia (Curie) adalah wanita pertama yang memenangkan hadiah Nobel dalam fisika, profesor perempuan pertama di Universitas Paris, dan orang pertama -- perhatikan penggunaan kata 'orang' di sana, bukan wanita -- yang memenangkan hadiah Nobel kedua."
 
"Perselisihan selalu bertumpuk untuk menentangnya. Di Polandia, keluarga patriotiknya menderita di bawah rezim Rusia. Di Prancis dia dianggap dengan kecurigaan sebagai orang asing -- dan tentu saja, ke mana pun dia pergi, dia didiskriminasikan sebagai seorang wanita," cetusnya.
 
Ke-100 wanita teratas dipilih untuk pencapaian mereka di berbagai bidang termasuk politik, sains, olahraga, teknologi, dan sastra.
 
Di tempat kedua adalah Rosa Parks, aktivis dalam gerakan hak-hak sipil yang memprotes segregasi rasial di Amerika, dengan pemimpin gerakan hak pilih Inggris, Pankhurst, di peringkat ketiga.
 
Seperti halnya Curie, ilmuwan Ada Lovelace, pemrogram komputer dan ahli matematika, dan ahli kristalografi Rosalind Franklin berada di 20 teratas, masing-masing di tempat keempat dan kelima.
 
Perdana menteri wanita pertama Inggris, Margaret Thatcher, berada di tempat keenam, sementara Diana, Princess of Wales, berada di urutan ke-15.
 
Nama-nama lain di 20 Besar, termasuk penulis Mary Wollstonecraft dan Jane Austen, pelopor penerbangan Amelia Earhart dan ratu Victoria serta Eleanor of Aquitaine.
 
Wakil editor BBC History Magazine, Charlotte Hodgman mengatakan: "Jajak pendapat telah menyoroti beberapa wanita yang benar-benar luar biasa dari sejarah, banyak yang prestasi dan bakatnya diabaikan dalam kehidupan mereka sendiri."



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id