Kisah sang miliarder bermula saat Shirley, istri Brian, terkena kanker payudara. Setelah melewati serangkaian pengobatan, Shirley akhirnya dinyatakan sembuh. Rasa senang yang meluap-luap dalam diri Brian memicu timbulnya suatu kebiasaan baru. Sejak saat itu, Brian ketagihan membantu pasien kanker seperti istrinya.
Brian menjual istana megahnya seharga 16 juta Poundsterling. Ia juga melelang berbagai barang berharga dan mendonasikan seluruh uangnya ke yayasan kanker miliknya sendiri, Daft As A Brush, pada 2009.
"Saya tidak tertarik dengan barang-barang. Saya tidak tertarik untuk memiliki sesuatu," ucap Brian, seperti dikutip Mirror.co.uk, baru-baru ini.
Empat tahun setelah aksi sumbangannya menggegerkan Inggris, Brian ditinggal pergi sang istri. Shirley mengaku tidak menyukai obsesi suaminya terhadap donasi.
"Itu (donasi) mengambil alih jati dirinya, menjadi lebih penting dari apapun. Saya mengatakan pada dia bahwa kita juga membutuhkan sesuatu, namun dia tetap mengatakan prioritasnya adalah donasi, donasi dan donasi," tutur Shirley.
Munculnya ketagihan Brian dalam menyumbangkan harta sudah tertanam sejak kecil. Di zaman Perang Dunia II, ayah dan ibu Brian kerap membagi makanannya dengan tetangga.
Walau tidak pernah berkuliah, Brian mengaku mempunyai insting bisnis, sehingga mampu menjadi miliarder di usia 40.
Dia mengawali kariernya dari pengantar makanan, kemudian menjadi tukang bangunan, mekanik terlatih, sehingga akhirnya mempunyai perusahaan sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News