Banyak orang mengunggah foto fenomenal tersebut di media sosial.
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan 'pelangi api' sebenarnya bernama lengkungan circumhorizon, yang tercipta dalam serangkaian kondisi unik.
"Matahari sedikitnya harus (berada di posisi) 58 derajat di langit saat awan cirrus muncul," ucap juru bicara NASA, seperti dikutip ITV.
(1).jpg)
Pelangi api di langit Singapura. (Foto: Chi Navarro)
(1).jpg)
Pelangi api terbentuk lewat serangkaian kondisi unik. (Foto: Benjamin Kong)
"Setelah itu, beragam kristal es yang membentuk awan cirrus harus sejajar secara horizontal untuk dapat membiaskan cahaya matahari dengan baik seperti sebuah prisma raksasa," sambung dia.
NASA menyebut 'pelangi api' adalah salah satu fenomena alam yang jarang terjadi.
Juli 2015, fenomena alam 'pelangi terpisah' muncul di Hull, Inggris. Fenomena bernama asli 'busur ganda primer' ini terjadi saat tetesan air berbeda ukuran jatuh dari sebuah awan hujan.
Tetesan kecil jatuh dalam bentuk bulat, sementara yang ukurannya lebih besar berbentuk seperti almond. Cahaya matahari yang menembus tetesan kecil membentuk pelangi utama. Sementara sinar matahari yang melewati tetesan berbentuk almond menjadi pelangi kedua.
(1).jpg)
Pelangi terpisah muncul di Inggris pada 2015. (Foto: Philip Jackson)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News