Lumba-Lumba Agresif Picu Larangan Berenang di Pantai Prancis
Seekor lumba-lumba melompat dari dalam air di perairan Prancis, 17 Oktober 2017. (Foto: AFP/FRED TANNEAU)
Landevennec: Pemerintah Perancis mengeluarkan larangan berenang di pantai wilayah barat setelah seekor ikan lumba-lumba yang lincah meneror warga lokal dan turis.

Wali Kota Landevennec, Roger Lars, melarang berenang dan aktivitas lainnya di perairan tersebut jika mamalia itu ada di sana. Warga maupun turis juga dilarang mendekati lumba-lumba itu dalam jarak kurang dari 50 meter.

Lumba-lumba jenis hidung botol dengan panjang tubuh tiga meter itu -- dijuluki Zafar oleh warga sekitar -- telah menjadi daya tarik bagi para pengunjung di Brest, pantai di Prancis barat dalam beberapa bulan terakhir.


Seperti dikutip dari Sky News, belum lama ini, selama berbulan-bulan Zafar dianggap hewan dan tidak agresif. Zafar sering mendekati anak-anak yang berada di perahu layar, dan mengizinkan wisatawan untuk memegang siripnya dengan lembut.

Namun, otoritas Landevennec khawatir saat Zafar memperlihatkan perilaku yang semakin agresif terhadap kapal dan wisatawan.

Seorang perenang harus diselamatkan penjaga pantai bulan lalu setelah Zafar menghalangi korban untuk kembali ke daratan.

Dalam peristiwa berbeda, Zafar sempat melompat dalam jarak yang berbahaya di atas kepala seorang pendayung kayak.

Lars terpaksa bertindak ketika Zafar menghantam seorang anak kecil ke udara dengan hidungnya.

Sami Hassani, seorang spesialis mamalia laut di taman laut Oceanopolis di Brest, mengatakan bahwa meskipun lumba-lumba adalah makhluk laut yang ramah, ukuran dan kekuatan jenis hidung botol dapat menyebabkan luka serius terhadap manusia.

Kantor berita lokal Ouest Frace melaporkan bahwa larangan itu kini telah berakhir, karena Zafar diyakini sudah meninggalkan perairan tersebut. Di situsnya tertulis bahwa keputusan itu akan berlaku lagi jika Zafar kembali.

Seorang pengacara bernama Erwan Le Cornec mengaku akan menantang larangan tersebut. Ia menuduh Lars menyalahgunakan wewenangnya dan merusak "pendekatan positif antara manusia dan lumba-lumba." (Khalisha Firsada)



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id