medcom.id, St.Louis: Amerika Serikat (AS) dikenal sebagai lahan penuh harapan dan menarik perhatian banyak imigran asing. Kedatangan imigran ini lah yang membuat etnis di Negeri Paman Sam sangat beragam.
Rakyat AS tidak hanya terdiri dari warga kulit hitam dan kulit putih saja. Studi baru atas lebih dari 160 ribu warga Amerika menunjukkan betapa rumitnya campuran ras dan etnik warga Amerika saat ini.
Sebagian besar warga tidak perlu menelusuri sejarah keluarga lebih dari beberapa generasi ke atas, untuk mengetahui leluhur imigran mereka.
Tak pelak banyak pihak yang mencap diri 'warga kulit putih' atau 'warga kulit hitam' atau 'warga Amerika Latin' atau 'warga Asia'. Tetapi rinciannya jauh lebih rumit dibanding pengkategorian seperti di atas.
Perusahaan genetika yang berkantor di California, 23andMe, menganalisa DNA para pelanggannya untuk memberi informasi tentang nenek moyang mereka. Direktur Penelitian Senior '23andMe' Joanna Mountain dan rekannya mengumpulkan data itu untuk memisahkan garis keturunan yang rumit warga AS yang ada sekarang.
“Saat ini ada ratusan ribu orang yang telah memberikan informasi genetika mereka kepada kami dan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan survei tentang bagaimana mereka mengidentifikasi diri/ dimana mereka dilahirkan dan sebagainya. Kami memasukkan seluruh informasi itu untuk menciptakan potret genetik Amerika,” kata Joanna Mountain, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (1/1/2015).
Mountain menambahkan, kelompok-kelompok etnis utama tidak memiliki leluhur yang jelas, jika hanya dilihat dari nama-nama mereka.
“Jika kita melihat kelompok warga Amerika keturunan Afrika, warga Amerika keturunan Eropa dan warga Amerika Latin, orang-orang dari kelompok itu memiliki nenek moyang dari salah satu dari tiga benua. Atau bahkan nenek moyang dari tiga benua itu sekaligus," lanjutnya.
Satu dari 30 warga Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai 'warga kulit putih' memiliki satu persen atau lebih leluhur yang berasal dari benua Afrika.
Keturunan warga Eropa jauh lebih banyak terdapat di antara warga Amerika keturunan Afrika. Ini menunjukkan bahwa banyak majikan kulit putih yang berhubungan seks dengan budak-budak perempuan (kulit hitam) pada tahun 1700 dan 1800-an.
“Data genetik yang kami dapati benar-benar sesuai dengan kisah-kisah tentang interaksi antara kelompok-kelompok ini ratusan tahun lalu,” imbuhnya.
Orang-orang dalam penelitian ini, –yang menyebut diri mereka sebagai warga kulit hitam– hampir rata-rata memiliki seperempat nenek moyang mereka yang berasal dari Eropa. Sementara DNA warga Amerika Latin menunjukkan hampir dua per tiga nenek moyang mereka dari Eropa.
Studi yang dilakukan Joanna Mountain dan mitra-mitranya ini diterbitkan online oleh American Journal of Human Genetics.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam studi ini adalah informasi genetik para konsumen 23andMe mungkin tidak mewakili seluruh warga AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News