Rambut dari Kaisar Ethiopia di abad ke-19 Tewodros II, selama ini disimpan di Inggris.  (Foto: Universal History Archive).
Rambut dari Kaisar Ethiopia di abad ke-19 Tewodros II, selama ini disimpan di Inggris. (Foto: Universal History Archive).

Museum Inggris Kembalikan Rambut Kaisar Ethiopia

Arpan Rahman • 05 Maret 2019 19:08
London: Sebuah museum di Inggris sepakat untuk memulangkan ke Ethiopia dua helai rambut yang diambil dari kepala kaisar abad ke-19 Tewodros II.
 
Pengelola National Army Museum pada Senin mengatakan sudah menyetujui permintaan resmi untuk pengembalian benda-benda "yang dianggap memiliki sensitivitas budaya terhadap warga negara Ethiopia".
 
Tewodros memilih bunuh diri daripada menyerahkan diri kepada Inggris setelah pendudukan Maqdala pada 1868, ibu kota di wilayah pegunungan, demi menyelamatkan nyawa para warga Eropa yang telah ditawan. Ratusan harta benda dijarah oleh Inggris, termasuk mahkota emas dan gaun pengantin yang ada dalam koleksi V&A.

Museum Tentara Nasional mengatakan bahwa dua helai rambut Tewodros diberikan pada 1959 oleh keluarga seorang seniman yang melukis kaisar di ranjang kematiannya. Salah satu kotak berkunci dibingkai dengan surat dan meterai kaisar.
 
Museum menganggap benda itu penting bagi koleksi "karena kaitan historis dengan kampanye besar dan unik yang diperjuangkan oleh tentara Inggris pada 1868 dan dikumpulkan dengan itikad baik".
 
Pemerintah Ethiopia menyebut tampilan rambut itu "tidak manusiawi". Seraya ingin rambut tersebut dikembalikan sehingga dapat dikebumikan di sisi Tewodros di Biara Trinity di bagian utara negara mereka.
 
Terri Dendy, kepala koleksi di museum, berkata: "Setelah menghabiskan lama waktu meneliti asal-usul dan kepekaan budaya di sekitar masalah ini, kami yakin klaim pemerintah Ethiopia untuk memulangkan adalah masuk akal dan kami senang dapat membantu."
 
"Keputusan kami untuk memulangkannya lebih didasarkan pada keinginan buat menyemayamkan rambut itu di dalam makam bersama kaisar," bubuhnya, seperti dilansir dari laman Guardian, Selasa 5 Maret 2019.
 
Keputusan itu disambut oleh Kedutaan Besar Ethiopia di London. "Untuk orang-orang Ethiopia di mana-mana, karena rambutnya mewakili sisa-sisa salah satu pemimpin negara yang paling disegani dan dicintai, ada rasa euforia yang gembira ketika dikembalikan ke pemilik yang sah di Ethiopia," katanya dalam sebuah pernyataan.
 
Putra Tewodros yang berusia tujuh tahun Pangeran Alemayehu juga diambil -- atau diculik -- setelah Pertempuran Maqdala dan menjadi budak favorit Ratu Victoria. Dia meninggal pada usia 18 dan dimakamkan di Kapel St George di Kastil Windsor atas permintaan Victoria.
 
Kampanye untuk memulangkan jenazah pangeran muda itu telah didukung oleh penyair dan penulis Lemn Sissay. Museum-museum Inggris telah menolak permintaan untuk mengembalikan ratusan benda lain dalam koleksi mereka, meskipun Tristram Hunt, direktur V&A, telah menyarankan gagasan pinjaman jangka panjang.
 
Tahun lalu, Hunt berkomentar kepada Guardian bahwa ini adalah perdebatan yang kompleks. "Anda harus mengambilnya item demi item dan Anda harus mengambilnya berdasarkan sejarah. Setelah Anda membongkar sejarah koleksi, itu menjadi jauh lebih rumit dan menantang,” tegas Hunt.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan