Semut kanibal yang melarikan diri dari bunker era Uni Soviet. Foto: Metro.co.uk
Semut kanibal yang melarikan diri dari bunker era Uni Soviet. Foto: Metro.co.uk

Semut Kanibal Keluar dari Bunker Senjata Nuklir Soviet

Internasional peristiwa unik
Arpan Rahman • 07 November 2019 08:08
Warsawa: Sebuah koloni semut kanibal melarikan diri dari pangkalan senjata nuklir era Uni Soviet di Polandia.
 
Pada 2016, para ilmuwan menemukan komunitas semut kayu yang hidup di dalam sarang yang tersembunyi jauh di dalam hutan dekat perbatasan Jerman.
 
Fasilitas ini digunakan untuk menyimpan senjata pemusnah massal di abad ke-20 tetapi telah rusak sejak jatuhnya rezim Komunis totaliter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi para peneliti terkejut menemukan koloni semut di dalam pangkalan yang tumbuh subur meskipun terjebak di ruang terbatas tanpa cahaya, panas, dan sumber makanan yang jelas.
 
Koloni itu sangat tidak lazim karena tidak memiliki ratu dan juga tidak memiliki cara makan yang jelas. Ada hingga satu juta semut yang tinggal di bunker, dikelilingi oleh bangkai dua juta semut lainnya.
 
Kemudian disimpulkan bahwa semut di dalam bunker berasal dari koloni besar di dasar atap dan bertahan hidup dengan memakan bangkai teman-teman mereka.
 
Komunitas itu terus-menerus diisi kembali oleh semut yang terjun ke poros ventilasi dan terperangkap di dalam fasilitas Soviet. Begitu masuk, mereka dimakan oleh semut lain atau dipaksa untuk berpesta dengan teman dan anggota keluarga mereka.
 
Semut kanibal sekarang sudah dilepaskan oleh Profesor Wojciech Czechowski dan Dr Istvan Maak dari Museum dan Institut Zoologi di Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia di Warsawa.
 
Mereka membangun trotoar untuk membiarkan binatang buas itu melarikan diri dari bungker dan kembali ke koloni 'induk' di luar. Dikhawatirkan akan ada 'perang semut' begitu kanibal dibebaskan, karena konflik antar koloni adalah hal yang biasa dan sering mengakibatkan pemenang unggul atas bangkai musuh mereka yang ditaklukkan.
 
Pelarian itu sebenarnya terjadi pada 2016 tetapi baru saja diperinci kali pertama dalam sebuah makalah akademis yang diterbitkan dalam Journal of Hymenoptera Research.
 
"Fleksibilitas ekologis dan perilaku semut kayu memungkinkan mereka bertahan hidup bahkan dalam kondisi suboptimal yang tidak terduga," tulis para peneliti, disiarkan dari Metro.co.uk, Kamis, 7 November 2019.
 
"Kelangsungan hidup dan pertumbuhan koloni 'bungker' selama bertahun-tahun, tanpa menghasilkan keturunan sendiri, dimungkinkan karena persediaan pekerja baru yang terus-menerus dari sarang atas dan akumulasi bangkai sesama semut,” imbuh para peneliti.
 
"Bangkai-bangkai itu berfungsi sebagai sumber makanan yang tak habis-habisnya yang secara substansial memungkinkan kelangsungan hidup semut yang terperangkap dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan," sambungnya.
 
Sejak papan jalan dipasang, koloni kanibal telah meninggalkan bunker sepenuhnya dan mungkin bergabung kembali dengan koloni induk mereka.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif