Seperti dikutip Mirror.co.uk, belum lama ini, foto NASA memperlihatkan refleksi sinar matahari di permukaan Titan. Permukaan Titan sebagian besar terdiri dari air, es dan bebatuan, sementara atmosfernya didominasi nitrogen.
Titan adalah bulan terbesar dari total 53 bulan Saturnus, dan terbesar kedua di sistem tata surya setelah Ganymede milik Jupiter.
Foto yang diambil pesawat NASA bernama Cassini pada akhir Agustus ini bukan foto biasa. Foto itu adalah gambar yang terdiri dari 'informasi warna,' dimana mata telanjang manusia tidak dapat melihatnya. Tanpa bantuan, mata manusia hanya bisa melihat kabut.
Kilatan pantulan cahaya matahari terlihat jelas di foto NASA. Refleksi itu berlokasi di laut terbesar Titan, yakni Kraken Mare.
Peneliti meyakini ukuran Kraken Mare relatif luas di masa lampau, namun kini sudah banyak menguap.
Karena karakteristik yang relatif 'ramah,' Titan disebut lebih layak dihuni dari planet Mars. Selama ini, Mars disebut sebagian pihak sebagai planet yang berpotensi dihuni, karena telah ditemukannya air sebagai sumber kehidupan.
Padahal, Titan jauh lebih baik dari Mars. Masalahnya adalah jarak Bumi dengan Saturnus yang cukup jauh, yakni sekitar 1.280 juta kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News