Durian. Foto: Unplash.
Durian. Foto: Unplash.

Durian Musang King: Buah Mewah Asia Tenggara Jadi Simbol Status Ekonomi di China

Annisa ayu artanti • 14 Januari 2026 16:34
Jakarta: Di Raub, sebuah kota kecil di Malaysia, aroma durian bukan sekadar penanda musim panen. Bau khas buah berduri itu menjadi denyut nadi ekonomi lokal, tercium dari lalu lintas truk yang melintasi jalan pegunungan hingga mural dan patung raksasa yang menyambut pengunjung dengan satu pesan jelas: inilah rumah durian Musang King.
 
Dahulu dikenal sebagai kota tambang emas pada abad ke-19, Raub kini berselimut warna kuning dari buah premium yang dijuluki konsumen China sebagai “Hermès-nya durian”. 
Varietas Musang King, dengan tekstur lembut dan sentuhan pahit yang khas, menjelma menjadi komoditas bernilai tinggi yang mengubah wajah perekonomian daerah.

Ledakan permintaan dari China

Raub hanyalah satu dari banyak wilayah Asia Tenggara yang menikmati lonjakan permintaan durian global. Pemicunya jelas, China. 
 
Melansir artikel BBC, Rabu, 14 Januari 2025, pada 2024, nilai impor durian China mencapai USD7 miliar, melonjak tiga kali lipat dibandingkan 2020. Lebih dari 90 persen ekspor durian dunia kini mengalir ke Negeri Tirai Bambu.

“Bahkan jika hanya 2 persen orang Tiongkok ingin membeli durian, itu sudah lebih dari cukup bisnis,” kata Chee Seng Wong, manajer pabrik Fresco Green, eksportir durian di Raub.
 
Lonjakan ini membalik tren lama. Wong mengenang masa krisis ekonomi 1990-an, ketika banyak petani menebang pohon durian untuk menanam kelapa sawit. 
 
“Sekarang kebalikannya. Mereka menebang kelapa sawit untuk menanam durian lagi,” tuturnya.
 
Baca juga: Ini 5 Durian Termahal di Dunia, Ada yang Harganya Sampai Rp600 Jutaan!

Raja buah yang kontroversial

Durian dikenal sebagai buah dengan aroma ekstrem. Sebagiannya menyamakannya dengan kubis, belerang, bahkan selokan. 
 
Bau menyengat ini membuat durian dilarang di sejumlah transportasi umum dan hotel, bahkan pernah memicu larangan terbang sebuah pesawat karena protes penumpang.
 
Namun di China, durian justru menemukan panggung barunya. Ia menjadi hadiah eksklusif, simbol status di media sosial, hingga bahan kuliner eksperimental seperti pizza durian dan hotpot ayam durian.
 
Thailand dan Vietnam masih menjadi pemasok utama durian ke China. Namun Malaysia perlahan mencuri perhatian berkat varietas premium seperti Musang King. 
 
Jika harga durian biasa di Asia Tenggara bisa di bawah USD2 per buah, Musang King dapat dibanderol USD14 hingga USD100, tergantung kualitas dan musim.

Durian Musang King jadi selera China

“Begitu saya mencicipi durian Malaysia, pikiran pertama saya adalah, ‘Wow, ini enak sekali. Saya harus menemukan cara untuk membawanya ke Tiongkok’,” kata Xu Xin, pedagang durian asal China timur laut.
 
Xu melihat perubahan selera konsumennya. Jika dulu durian manis lebih diminati, kini pelanggan mencari aroma kompleks dan rasa pahit yang khas. 
 
“Sekarang ini, semakin banyak pelanggan yang datang ke toko dan bertanya, ‘Apakah ada durian yang pahit di tumpukan ini?’”
 
Tak heran, rombongan turis China kerap memadati kebun dan kedai durian di Malaysia. Mereka menyantap durian berurutan, dari rasa ringan hingga yang paling kaya, demi menangkap spektrum rasa karamel, custard, hingga pahit khas Musang King.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan