Wujud Planet Merkurius dilihat dari wahana messenger NASA (Foto: BBC)
Wujud Planet Merkurius dilihat dari wahana messenger NASA (Foto: BBC)

Fenomena Langka, Merkurius Sejajar dengan Bumi dan Matahari

Sonya Michaella • 10 Mei 2016 13:27
medcom.id, London: Sebuah fenomena langka telah terjadi di mana planet Merkurius telah melewati Matahari pada Senin 9 Mei.
 
Planet terkecil dalam sistem Tata Surya ini melintas langsung di depan matahari dan sejajar dengan Bumi pukul 11:12 GMT sampai 18:42. Merkurius melewati Matahari di bulan Mei hanya terjadi setiap 13 atau 33 tahun sekali. Selanjutnya Merkurius akan kembali melintas pada tahun 2019 dan 2032 nanti.
 
Seperti dilansir BBC, Selasa (10/5/2016), peristiwa ini cukup berbahaya jika dilihat dengan mata telanjang atau teropong, namun kelompok-kelompok astronomi di seluruh dunia menawarkan kesempatan melihatnya melalui teleskop yang menggunakan filter khusus.

Pemandangan yang diambil dengan teleskop dari luar angkasa dan bumi disiarkan secara streaming online. Mereka memperlihatkan planet Merkurius yang berbentuk seperti piringan hitam yang lebih kecil dan lebih gelap dari bintik-bintik matahari, lalu perlahan melintasi piringan raksasa berwarna kuning yaitu Matahari.
 
Fenomena Langka, Merkurius Sejajar dengan Bumi dan Matahari
Titik hitam tersebut adalah Planet Merkurius/BBC-NASA
 
Satu-satunya benua yang tidak bisa melihat peristiwa ini adalah Australia, Asia Timur dan Antartika. Bagian dari planet ini akan terlihat sewaktu transit, tergantung dari waktu matahari terbit dan terbenam di masing-masing tempat.
 
Asosiasi Astronomi Inggris menjelaskan dalam websitenya, para penikmat angkasa amatir harus menggunakan teleskop dengan filter khusus yang sama dengan teleskop yang digunakan untuk melihat gerhana matahari.
 
Hal ini dimaksudkan agar mereka bisa mengamati peristiwa ini dengan aman dan terhindar dari kerusakan mata.
 
"Merkurius adalah planet yang pengap, dengan banyak kawah," kata seorang ahli astronomi dari Inggris.
 
"Pada permukaannya terdapat zat besi yang sangat sedikit, tetapi pasti ada zat besi ginormous, karena menghasilkan sebuah medan magnet, yang tidak dimiliki oleh planet Venus, Mars dan bulan," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan