Presiden Tiongkok Berharap Dialog Perdamaian Korut-AS Mulus

Marcheilla Ariesta 13 Maret 2018 12:32 WIB
rudal korut
Presiden Tiongkok Berharap Dialog Perdamaian Korut-AS Mulus
Presiden Xi harap dialog denuklirisasi AS-Korut berjalan mulus. (Foto: AFP).
Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping berharap perundingan antara pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat berjalan mulus.

Dia mengharapkan pertemuan tersebut dapat menghasilkan kemajuan untuk denuklirisasi Pyongyang.

Pernyataan Xi ini diungkapkan dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan (Korsel) Chung Eui-yong di Beijing pada Senin kemarin. Kedatangannya untuk memberitahukan mengenai hasil pertemuan di Korut pada pekan lalu.


"Kami mengharapakan pertemuan tingkat tinggi Korut-Korsel dapat berjalan mulus. Demikian dengan dialog AS-Korut," ucap Xi, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa 13 Maret 2018.

Dalam pertemuan dengan Chung beberapa waktu lalu, Kim Jong-un sepakat untuk bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di Zona Demiliterisasi pada akhir April 2018. Sementara, untuk dialog dengan Trump akan dilakukan pada akhir Mei mendatang.

Xi menambahkan harapan bahwa pembicaraan tersebut akan mengarah pada kemajuan substansial dalam denuklirisasi di Semenanjung Korea. Selain itu, hal ini juga dapat memicu normalisasi hubungan antara negara-negara yang terlibat.

"Semenanjung akan menghadapi kesempatan penting untuk mengurangi ketegangan dan kami harap semua pihak bisa bersabar dan waspada," imbuhnya.

Xi mengatakan Tiongkok bersedia bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mempromosikan pendekatan 'dual track'. Ini adalah rencana penundaan dan pembekuan latihan mliter sebagai imbalan Korut menghentikan uji coba nuklir dan misilnya.

"Selama semua pihak fokus pada tujuan dasar denuklirisasi, perdamaian dan stabilitas, ketegangan di Semenanjung Korea akan  mencair," tukasnya.

Beijing memainkan peran kunci dalam menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Korut. Padahal, mereka merupakan satu-satunya sekutu diplomatik Korut dan mitra dagang terpenting Pyongyang.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id