Sekitar 2.800 lebih personel TNI dan Polri ditempatkan di sepuluh misi pemeliharaan perdamaian PBB. (Foto: Fajar Nugraha).
Sekitar 2.800 lebih personel TNI dan Polri ditempatkan di sepuluh misi pemeliharaan perdamaian PBB. (Foto: Fajar Nugraha).

Bahas Pasukan Perdamaian, Menlu Sambangi Markas DK PBB

Sonya Michaella • 22 Maret 2018 18:46
Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi akan bertolak ke New York, Amerika Serikat (AS) dalam rangka menghadiri debat terbuka di markas Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Menlu Retno akan berada di markas DK PBB pada 28 Maret mendatang. Di acara ini, ia juga akan bertemu dengan menteri-menteri dari negara lainnya.
 
"Debat terbuka ini terkait dengan operasi pasukan perdamaian, soal meningkatkan efektivitas operasi itu sendiri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Kamis 22 Maret 2018.
 
Direncanakan juga Perdana Menteri Belanda Mark Rutte akan membuka debat ini. Pasalnya, terhitung Maret 2018, Belanda akan menjadi presiden dari DK PBB.
 
"Indonesia adalah salah satu negara top ten yang menyumbang dan berkontribusi di bidang pasukan keamanan. Kita punya pengalaman bidang ini," lanjut dia.
 
Tentunya, ujar dia, kehadiran Menlu Retno di debat terbuka ini dapat memberikan masukan dari sisi Indonesia untuk meningkatkan pasukan perdamaian PBB.
 
Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Saat itu, pasukan Indonesia dikirim ke Mesir.
 
Sejak itu Indonesia rutin mengirimkan prajurit ke luar negeri. Indonesia menjadi salah satu dari sepuluh negara terbanyak mengirimkan personel pasukan perdamaian PBB.
 
Tercatat, sekitar 2.800 lebih personel TNI dan Polri dalam kontingen Pasukan Garuda ditempatkan di sepuluh misi pemeliharaan perdamaian PBB.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan