Seorang anak disuntik vaksin campak di Baseco, Filipina, 16 Februari 2019. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
Seorang anak disuntik vaksin campak di Baseco, Filipina, 16 Februari 2019. (Foto: AFP/NOEL CELIS)

Wabah Campak di Filipina Lampaui 8.000 Kasus

Internasional campak filipina
Arpan Rahman • 19 Februari 2019 14:50
Manila: Lebih dari 8.000 ribu orang positif terinfeksi cacar di Filipina sepanjang tahun ini. Kurang dari sepekan usai salah satu negara di Asia Tenggara itu mendeklarasikan wabah campak, Departemen Kesehatan Filipina mencatat ada 8.443 kasus antara 1 Januari hingga 16 Februari.
 
Jumlah kasus campak ini meningkat 253 persen dari periode sama tahun lalu. Kantor berita Philstar Global melaporkan total 136 orang meninggal dunia akibat wabah campak terbaru di Filipina, 40 persen di antaranya berusia di bawah empat tahun.
 
Angka tersebut naik 491 persen dari 23 pasien yang meninggal akibat campak di periode sama tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memerangi meningkatnya kasus campak, Departemen Kesehatan Filipina telah meminta petinju ternama Manny Pacquaio untuk meyakinkan masyarakat agar memvaksinasi anak-anak mereka.
 
Dalam sebuah iklan layan masyarakat bertajuk "Hajar campak," Pacquiao mendorong publik agar selalu waspada terhadap penyakit tersebut.
 
"Anda semua dapat mengandalkan saya dalam urusan tinju. Tapi dalam memerangi campak, kita harus berjuang bersama-sama," ujar Pacquiao, seperti dilansir dari laman UPI, Senin 18 Februari 2019. Pacquiao muncul di video bersama Menteri Kesehatan Francisco Duque.
 
Menkes Duque menginformasikan bahwa vaksi campak tersedia di seantero Filipina, dan menekankan bahwa itu adalah metode terbaik dalam memerangi penyakit tersebut.
 
Departemen Kesehatan Filipina menyebut salah satu penyebab utama mewabahnya campak adalah "keragu-raguan warga dalam menerima vaksinasi."
 
Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi pemerintah Filipina disebabkan kontroversi mengenai vaksin demam berdarah di masa lalu. Pada 2017, sempat beredar kabar vaksi DBD di Filipina memiliki efek samping yang merugikan kesehatan. Sejak saat itu, angka rata-rata imunisasi di Filipina anjlok.
 
Alasan lain dari mewabahnya campak di Filipina adalah warga kurang dapat menyisihkan waktu mereka untuk pergi ke pusat kesehatan dan menerima vaksinasi.
 
"Saya meminta masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan kepada vaksin kami yang sudah terbukti efektif," kata Menkes Duque.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif