Menlu Retno Marsudi bersama dengan Menlu Tiongkok Wang Yi di Beijing, 24 April 2019. (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Menlu Retno Marsudi bersama dengan Menlu Tiongkok Wang Yi di Beijing, 24 April 2019. (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Nilai Perdagangan Indonesia-Tiongkok Harus Berimbang

Internasional indonesia-tiongkok
Fajar Nugraha • 25 April 2019 07:59
Beijing: Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan State Councilor yang merangkap Menlu Tiongkok Wang Yi, dibahas mengenai impor minyak kelapa sawit.
 
”Indonesia harapkan Tiongkok dapat segera realisasi komitmen untuk tingkatkan impor minyak kelapa sawit dari Indonesia,” demikian disampaikan Menteri Luar Negeri RI saat pertemuan dengan State Councilor/Menlu RRT Wang Yi di Great Hall of the People, Beijing pada 24 April 2019.
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua Menlu membahas upaya untuk meningkatkan kerja sama, baik pada tingkat bilateral, kawasan maupun multilateral.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Indonesia juga mendorong agar nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok dapat lebih berimbang. Dalam hal ini, Tiongkok diharapkan agar dapat lebih membuka pasarnya untuk berbagai produk Indonesia, termasuk produk buah-buahan,” jelasnya.
 
Secara khusus, Menlu Wang Yi menyampaikan selamat kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas suksesnya pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia. Menlu Retno menyampaikan bahwa pemilihan umum yang baru terlaksana di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia dengan jumlah TPS sekitar 800 ribu dan jumlah partisipasi sekitar 80 persen.
 
Dalam kerangka kerja sama kawasan, Kedua Menlu membahas mengenai kerja sama Indo-Pasifik. Menlu RI menyampaikan berbagai inisiatif Indonesia untuk mendorong kerja sama di Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, transparan, menghormati hukum internasional dan sentralitas ASEAN. Dalam konteks ini, Menlu Wang Yi menyambut baik peran ASEAN di kawasan dan arti penting sentralitas ASEAN dalam mengembangkan kerja sama di kawasan dan antar kawasan.
 
Terkait dengan kerja sama Indonesia-RRT di tingkat multilateral, kedua Menlu sepakat untuk meningkatkan koordinasi sebagai sesama anggota Dewan Keamanan PBB, khususnya pada masa Keketuaan Indonesia di DK-PBB, bulan Mei 2019.
 
Selain itu, Menlu RI juga menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM untuk periode 2020-2022 dan harapkan dukungan Tiongkok.
 
Pertemuan Menlu RI dan State Councilor/Menlu RRT mempersiapan partisipsi Wapres RI dalam pertemuan 2nd Belt Road Forum for International Cooperation (BRF II), 26-27 April 2019 . Forum yang akan membahas kerja sama konektivitas dan dukungan terhadap pencapaian target UN SDGs rencananya akan dihadiri oleh Sekjen PBB dan Kepala negara/pemerintahan dari 39 negara, termasuk negara-negara ASEAN.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif