Mahathir akan Kaji Ulang Kontrak Pencarian MH370
Seorang wanita berada di depan papan peringatan tragedi MH370 di Kuala Lumpur, Malaysia, 3 Maret 2018. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)
Putrajaya: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkaji ulang dan membuka kemungkinan mengakhiri kontrak pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

Pernyataan disampaikan Mahathir dalam rapat pertama kabinet baru di Putrajaya, Rabu 23 Mei 2018.

Penerbangan MH370, berisikan total 239 orang, menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Ini merupakan misteri terbesar dalam dunia penerbangan.


Pemerintahan Malaysia di bawah Najib Razak sepakat membayar USD70 juta ke Ocean Infinity asal Amerika Serikat (AS) jika perusahaan itu berhasil menemukan MH370. Pencarian oleh Ocean Infinity di Samudera Hindia dijadwalkan berakhir pada Juni.

Keputusan menggunakan Ocean Infinity diambil usai operasi pencarian senilai USD159,38 juta oleh Australia, Tiongkok dan Malaysia gagal membuahkan hasil.

"Kami ingin mengetahui detail (pencarian) ini serta seberapa pentingnya, dan jika ternyata tidak terlalu penting, kami tidak akan memperbaruinya," ujar Mahathir, seperti dilansir dari kantor berita Channel News Asia.

"Kontrak akan diakhiri jika memang tidak berguna," lanjut dia.

Pernyataan disampaikan saat Mahathir berusaha memangkas pengeluaran negara, usai dirinya mengetahui level utang pemerintah saat ini.

Sementara itu Voice 370, grup yang merepresentasikan keluarga korban tragedi, meminta pemerintahan Mahathir mengkaji ulang segala sesuatu mengenai hilangnya pesawat tersebut.



(WIL)