Najib Menghilang Usai Kekalahan Barisan Nasional di Malaysia

Fajar Nugraha 10 Mei 2018 08:08 WIB
Pemilu Malaysia 2018
Najib Menghilang Usai Kekalahan Barisan Nasional di Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak saat memberikan suaranya di pemilu 9 Mei 2018 (Foto: AFP).
Kuala Lumpur: Koalisi penguasa pemerintahan Malaysia, Barisan Nasional kalah dalam Pemilu Malaysia 2018. Kekalahan mengakhiri kekuasaan BN selama 60 tahun di Malaysia.
 
(Baca: Kerajaan Malaysia akan Segera Lantik Mahathir).
 
Mahathir Mohamad yang menjadi calon Perdana Menteri Malaysia dari koalisi oposisi Pakatan Harapan, mengaku tidak ada kata-kata dari Najib mengenai kekalahan BN ini.
 
"Saya belum mendengar apapun dari dia (Najib)... Sepertinya dia bungkam," ujar Mahathir, seperti dikutip the New Straits Times, Kamis 10 Mei 2018.
 
Ketika ditanya mengenai apakah pemerintahan bentukannya nanti akan mengungkit kembali isu korupsi 1MDB, Mahathir memiliki jawabannya sendiri.
 
"Kami tidak mencari balas dendam," tutur tokoh berusia 93 tahun itu.
 
"Yang ingin kami lakukan adalah mengembalikan proses penegakan hukum. Jika ada seseorang melanggar hukum, termasuk jurnalis, maka dia akan dibawa ke pengadilan dan diadili," tegas Mahathir.
 
(Baca: Rencana Mahathir Mohamad Singkirkan Najib Razak).
 
Mahathir sendiri dijadwalkan akan dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia hari ini. Diperkirakan dia akan menunjuk istri dari tokoh oposisi Anwar Ibrahim yakni, Wan Azizah Wan Ismail sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia.
 
Pakatan Harapan memenangkan Pemilu Malaysia 2018 dengan angka meyakinkan. 122 kursi parlemen direbut sementara Barisan Nasional mendapatkan 79 kursi, diikut PAS dengan 18 kursi.

 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360