Kedatangan Ansari diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan besar antar kedua negara.
"Akan ada banyak pebisnis, puluhan perusahaan, akan ada banyak kerja sama," kata Duta Besar India untuk Indonesia Gurjit Singh di Kedubes India, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2015).
"Kami akan datang dengan membawa bisnis besar dan juga media besar ke Indonesia," sambung dia.
Setibanya di Jakarta, Ansari akan bertemu dan berdialog dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Pertemuan dengan mantan Presiden Indonesia dan Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga sudah dijadwalkan.
Tidak ketinggalan, Ansari akan mengunjungi gedung parlemen untuk berbincang-bincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Irman Gusman. Di hari pertama ini, Ansari juga akan menyambangi Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Indonesia.
Pemerintah India dan Indonesia akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan akan dilakukan di sela-sela kunjungan Ansari.
Salah satu MoU tersebut adalah Kerja Sama Energi Baru dan Energi Terbarukan (renewable energy).
"India dan Indonesia permintaan terhadap energinya cukup tinggi. Tapi kita juga harus memikirkan imbasnya terhadap perubahan iklim," ucap Dubes Singh.
Selama ini, India menggunakan bahan bakar minyak dan batu bara dalam memenuhi kebutuhan energi negara. Selain Energi Terbarukan, akan ditandatangani pula MoU mengenai Pertukaran Budaya, Perjanjian Ekstradisi dan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik.
Dubes Singh menegaskan India bersedia membuka kerja sama seluas-luasnya dengan Indonesia. Ini dikarenakan India menganggap Indonesia sebagai negara sahabat terbaik di Asia Tenggara.
"Hubungan kerja sama India dan Indonesia tak dapat dibandingkan dengan hubungan kerja sama negara lain karena kita memiliki banyak kesamaan," ungkap Dubes Singh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News