PM Hun Sen menggunakan hak pilih dalam pemilu Kamboja di Phnom Penh, 29 Juli 2018. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)
PM Hun Sen menggunakan hak pilih dalam pemilu Kamboja di Phnom Penh, 29 Juli 2018. (Foto: AFP/MANAN VATSYAYANA)

Partai PM Kamboja Klaim Kemenangan dalam Pemilu

Internasional kamboja
Willy Haryono • 30 Juli 2018 11:12
Phnom Penh: Partai milik Perdana Menteri Kamboja Hun Sen -- berkuasa sejak 1985 -- mengklaim kemenangan besar dalam pemilihan umum yang digelar pada Minggu 29 Juli 2018.
 
Pemilu kali ini tidak diikuti partai oposisi utama yang bisa menjadi penantang serius PM Hun sen.
 
Seperti dikutip dari BBC, Partai Rakyat Kamboja (CPP) mengklaim meraih 80 persen dari total suara, yang berarti mendapat 100 dari 125 kursi di parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komisi Pemilu Kamboja menyebut tingkat keikutsertaan warga dalam pemilu kali ini mencapai 82,71 persen.
 
Sejumlah kritik menilai pemilu Kamboja hanya sebuah 'lelucon' karena Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), yang kalah tipis dalam pemilihan tahun lalu, dibubarkan.
 
Mantan pemimpin CNRP Sam Rainsy, yang mengasingkan diri di luar negeri, mengatakan bahwa "kemenangan tanpa ada persaingan adalah kosong."
 
"Hasil dari pemilu palsu ini merupakan pengkhianatan terhadap keinginan banyak warga," lanjut dia.
 
Jumat kemarin, pemerintahan PM Hun Sen memerintahkan jasa penyedia internet di Kamboja untuk memblokade sejumlah situs berita independen, termasuk Radio Free Asia, Voice of America dan Voice of Democracy.
 
Sebuah konten versi Jerman di situs Pinterest juga ditutup pemerintah, karena secara spesifik merujuk pada Partai Penyelamatan Nasional Kamboja.
 
Sebagai bagian dari misi perdamaian dunia PBB, Kamboja pertama kali menggelar pemilu multi-partai pada 1993 setelah dilanda peperangan dan pertumpahan darah selama berdekade-dekade.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif