Pihak berwenang di lokasi kasino yang diserang di Manila (Foto: AFP).
Pihak berwenang di lokasi kasino yang diserang di Manila (Foto: AFP).

Selidiki Serangan Kasino, Polisi Filipina Interogasi Sopir Taksi

Arpan Rahman • 03 Juni 2017 17:04
medcom.id, Manila: Polisi di Filipina mengatakan bahwa mereka menanyai seorang sopir taksi yang mungkin memiliki rincian tentang tersangka dalam serangan kasino mematikan di Manila. Serangan tersebut mengakibatkan setidaknya 38 orang tewas.
 
Kelompok Islamic State (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas amuk pada Jumat 2 Juni dini hari waktu setempat. Namun pihak berwenang menyatakan bahwa ini adalah perampokan yang gagal oleh seorang bersenjata tanpa kaitan dengan terorisme.
 
"Pria itu menyerbu kompleks Resorts World Manila dan menyiramkan bensin untuk membakar meja judi. Api membubungkan awan asap yang menewaskan 37 orang karena menghirup asap," kata kepala polisi Metropolitan Manila, Oscar Albayalde.
 
 
Tembakan dan ledakan meletus setelah tengah malam di sebuah kompleks hotel dan kasino di dekat bandara Manila. Akibatnya ratusan orang melarikan diri dari apa yang dikatakan polisi sebagai serangan oleh seorang pria bersenjata tanpa hubungan nyata dengan terorisme.
 
Pria bersenjata melarikan diri ke hotel sebelahnya dan bunuh diri. Banyak orang di Manila mengkhawatirkan sesudah serangan dimulai bahwa aksi itu terkait dengan pertempuran yang sedang berlangsung lawan militan Muslim yang terafilisasi ISIS di kota Marawi, sebelah selatan. 
 
Pertempuran telah menempatkan sebagian besar negara itu rentan bahaya dan menimbulkan kekhawatiran bahwa ISIS mendapatkan tumpuan. Filipina menghadapi pemberontakan Muslim selama beberapa dekade, meskipun sebagian besar kekerasan telah terjadi di wilayah selatan yang bermasalah.
 
Timbul kekhawatiran bahwa gerilyawan bisa menyerang di tempat lain demi mengalihkan fokus ribuan tentara yang berusaha memadamkan pengepungan di Marawi.
 
Tapi polisi menegaskan bahwa tidak ada kaitan dengan terorisme dalam serangan Jumat. Pada Sabtu, Alabayade mengatakan bahwa polisi menanyai sopir taksi yang menjegal tersangka di kasino.
 
"Kami punya seorang sopir taksi yang mungkin bisa mengidentifikasi pelaku," kata Alabayade, seperti dilansir Associated Press, Sabtu 3 Juni 2017.
 
Serangan tersebut terjadi di kompleks mal luas di dekat bandara Manila yang mencakup hotel, restoran, toko, dan area perjudian bertingkat. Polisi mengatakan bahwa dalam serangan itu pelaku mencuri lebih dari USD2 juta chip kasino, meskipun ia malah menghamburkannya di toilet.
 
Saat pelaku bersenjata pergi, dia sempat baku tembak dengan seorang penjaga bangunan yang berhasil menembaknya di kaki setelah terluka, kata pejabat polisi dan kasino.
 
"Kehilangan darah yang parah akibat luka tembak secara signifikan memperlambat penyerang tersebut dan mengakibatkan dia bersembunyi di sebuah ruangan di mana dia bunuh diri," kata Stephen Reilly, manajer pengelola Resort World.
 
Serangan tersebut membuyarkan ratusan orang yang melarikan diri sepanjang kompleks di larut malam.
 
Seorang warga Korea Selatan meninggal karena kemungkinan serangan jantung yang diderita selama evakuasi, kata Kementerian Luar Negeri di Seoul. Lebih dari 70 orang menderita luka ringan dalam penyerbuan itu gara-gara berebut menyelamatkan diri.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan