Presiden Korsel Moon Jae-in (tiga kanan) bersama jajaran menteri mengenakan masker dalam rapat kabinet di Seoul, 3 Maret 2020. (Foto: AFP/Yonhap/STR)
Presiden Korsel Moon Jae-in (tiga kanan) bersama jajaran menteri mengenakan masker dalam rapat kabinet di Seoul, 3 Maret 2020. (Foto: AFP/Yonhap/STR)

Korea Selatan Deklarasikan Perang Melawan Korona

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 03 Maret 2020 12:29
Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel)Moon Jae-in mendeklarasikan 'perang' melawan virus korona covid-19, Selasa 3 Maret 2020. Lewat deklarasi ini, seluruh unsur pemerintahan Korsel bersiaga penuh 24 jam dalam menangani segala bentuk ancaman dari virus tersebut.
 
Berdasarkan data terbaru situs pemantau John Hopkins CSSE, jumlah kasus covid-19 di Korsel mencapai 4.812. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mencatat adanya 28 kematian akibat covid-19 di Korsel.
 
"Seantero negeri telah mulai berperang dengan penyakit menular," kata Moon, seperti dilansir dari AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah infeksi korona covid-19 di Korsel melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Merespons hal ini, sejumlah acara -- mulai dari konser musik hingga olahraga -- di Korsel telah dibatalkan atau ditunda.
 
Bank sentral Korsel telah memperingatkan dampak buruk covid-19 di kuartal awal 2020. Wabah korona ini dikhawatirkan dapat menghantam sektor konsumsi dan juga ekspor Korsel.
 
Lebih dari separuh kasus korona covid-19 di Korsel terkait dengan sekte Shincheonji Church of Jesus di kota Daegu. Sejumlah warga Korsel menganggap sekte tersebut lebih mirip dengan sebuah kultus.
 
Seorang anggota Shincheonji mengalami demam pada 10 Februari, namun menghadiri empat misa di sejumlah gereja di Daegu. Ia kemudian dinyatakan positif covid-19.
 
Senin kemarin, pemimpin Shincheonji Lee Man-hee meminta maaf karena merasa bertanggung jawab atas penyebaran sebagian besar kasus korona di Korsel. "Mewakili seluruh anggota (sekte), saya ingin menyampaikan permohonan maaf tulus kepada semua orang," kata Lee.
 
Pria berusia 88 tahun itu berlutut dan bersujud di hadapan awak media di kota Gapyeong. "Meski tidak pernah ada kesengajaan, banyak orang telah terinfeksi (korona)."
 
Lee mengaku sudah berusaha keras untuk menekan penyebaran covid-19. "Saya meminta maaf kepada masyarakat. Saya juga meminta maaf sekaligus berterima kasih kepada pemerintah atas seluruh upaya yang telah dilakukan," ungkap Lee.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif