Unjuk rasa berlangsung di Chater Garden, Hong Kong, 2 Desember 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Unjuk rasa berlangsung di Chater Garden, Hong Kong, 2 Desember 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Tiongkok Tangguhkan Kunjungan Militer AS ke Hong Kong

Internasional tiongkok Protes Hong Kong
Willy Haryono • 03 Desember 2019 10:35
Beijing: Tiongkok menangguhkan rencana kunjungan kapal dan pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat ke Hong Kong. Penangguhan dilakukan usai Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang berisi dukungan terhadap demonstran pro-demokrasi Hong Kong.
 
Merespons UU tersebut, Beijing juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah grup hak asasi manusia AS.
 
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan peninjauan permintaan kunjungan Angkatan Laut AS ke Hong Kong akan ditangguhkan untuk sementara. Tidak hanya itu, Tiongkok juga memperingatkan bahwa langkah lainnya mungkin akan dilakukan di masa mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami meminta AS untuk memperbaiki kesalahan mereka dan berhenti ikut campur dalam urusan dalam negeri kami," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok Hua Chunying kepada awak media di Beijing, dilansir dari laman BBC, Senin 2 Desember 2019.
 
"Kami juga akan mengambil langkah selanjutnya jika memang diperlukan untuk menegakkan stabilitas Hong Kong serta kedaulatan dan kesejahteraan Tiongkok," lanjut dia.
 
Sejumlah organisasi nirlaba AS yang terkena sanksi Tiongkok adalah Human Rights Watch (HRW), Freedom House, National Endowment for Democracy, National Democratic Insitute for International Affairs dan International Republican Institute.
 
"Mereka semua turut bertanggung jawab atas kekacauan di Hong Kong, sehingga harus dijatuhi sanksi," tegas Hua, tanpa menyebutkan secara spesifik jenis sanksi apa yang akan dijatuhkan.
 
Bulan lalu, Senat AS secara bulat mengadopsi undang-undang yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong.
 
Senat AS juga menyepakati langkah yang dapat melarang penjualan gas air mata, peluru karet dan perlengkapan lainnya yang telah digunakan aparat keamanan Hong Kong terhadap demonstran.
 
Gelombang protes di Hong Kong sejak enam bulan lalu dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Aksi unjuk rasa tetap berlanjut meski RUU itu dicabut, dan kini meluas menjadi perjuangan menegakkan demokrasi Hong Kong dari pengaruh Tiongkok.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif