Taiwan dan RI sepakati program Direct Hiring untuk pekerja migran. (Foto: Dok. TETO).
Taiwan dan RI sepakati program Direct Hiring untuk pekerja migran. (Foto: Dok. TETO).

Taiwan Permudah TKI Bekerja dengan Program Direct Hiring

Internasional indonesia-taiwan
Marcheilla Ariesta • 12 Juli 2019 13:29
Taipei: Taiwan membuat program Direct Hiring atau penerimaan langsung untuk merekrut pekerja migran Indonesia (PMI). Program ini dilakukan agar PMI lebih nyaman dan ekonomis bekerja di Taiwan.
 
Mengawali program ini, Kantor Ekonomi dan Dagang Taiwan (TETO) menerbitkan visa kloter pertama pekerja migran yang direkrut pabrik manufaktur Taiwan melalui proses Direct Hiring. Program ini telah melewati pembahasan dan kerja sama antara pemerintah Taiwan dan Indonesia.
 
Dikutip dari pernyataan tertulis TETO yang diterima Medcom.id, Jumat 12 Juli 2019, Direct Hiring Servise Center (DHSC) berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (IETO). Kedua kantor ini menjalankan proses Direct Hiring, termasuk mengeluarkan Surat Perekrutan, mengunjungi pabrik, menyediakan informasi perekrutan dan legalisir dokumen, serta hal-hal lain yang harus dipersiapkan memasuki Taiwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) juga membantu pemilihan pekerja. BNP2TKI juga membuat database pekerja, serta dokumen yang diperlukan para calon pekerja. Sementara TETO bertugas untuk membantu penerbitan visa.
 
"Berdasarkan konsensus kedua belah pihak antara Taiwan dan Indonesia, untuk memastikan rencana ini bisa berjalan dengan lancar, setiap perekrutan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua bulan," imbuh TETO.
 
Keberhasilan program ini merupakan tonggak sejarah kerja sama di bidang ketenagakerjaan antara Taiwan dan Indonesia.
 
"Cara ini tak hanya memberikan beragam cara untuk majikan di Taiwan dalam merekrut pekerja migran Indonesia, juga mengurangi beban biaya pekerja migran yang akan bekerja ke Taiwan. Ini akan sesuai dengan harapan Taiwan yang mengutamakan hak asasi manusia dan kesejahteraan sosial," kata TETO dalam pernyataannya.
 
Tak hanya mengurangi beban biaya perjalanan, para PMI juga akan mendapat hak dan kewajiban, termasuk asuransi kesehatan, keadaan darurat dan subsidi penampungan. Bahkan pekerja migran bisa mengajukan pergantian majikan, dengan harapan dapat menyediakan kondisi kerja lebih baik.
 
Hingga saat ini, jumlah pekerja migran di Taiwan sekitar 710 ribu orang, 270.000 diantaranya berasal dari Indonesia. Jumlah ini terbanyak dibanding negara-negara lain.
 
"Kami percaya dengan mendorong program Direct Hiring ini dapat menciptakan keadaan saling menguntungkan antara majikan dan pekerja, serta membantu meningkatkan hubungan kerja sama bidang ketenagakerjaan antara Taiwan dan Indonesia," pungkas TETO.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif