Sebuah pesawat menyiramkan air ke wilayah kebakaran hutan yang dipicu gelombang panas di Spanyol, 29 Juni 2019. (Foto: AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)
Sebuah pesawat menyiramkan air ke wilayah kebakaran hutan yang dipicu gelombang panas di Spanyol, 29 Juni 2019. (Foto: AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Gelombang Panas di Eropa Telan Tujuh Korban Jiwa

Internasional gelombang panas
Arpan Rahman • 01 Juli 2019 12:22
Paris: Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas terkait gelombang panas yang melanda sejumlah negara di benua Eropa di pekan terakhir Juni, tepatnya sejak Kamis hingga Minggu 30 Juni.
 
Ketujuh korban itu meliputi tiga dari Italia, dua Spanyol dan dua Prancis.
 
Dalam sebuah kompetisi di Ariege, Prancis, pada Sabtu 29 Juni, seorang pesepeda berusia 53 tahun terjatuh dan meninggal dunia usai sempat mengeluh merasa kurang enak badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa peserta lainnya juga mengelukan hal serupa akibat panas yang terlalu menyengat. Alhasil, panitia memutuskan menghentikan kompetisi.
 
Di Frankfrut, Jerman, seorang wanita di posisi terdepan dalam lomba lari bertajuk "Iron Man" tumbang sekitar satu kilometer dari garis akhir, dan harus dibawa ke luar area. Dalam konferensi pers pascalomba, ia mengaku sudah merasa lebih baik, namun tidak dapat mengingat momen menuju garis akhir.
 
Sebastian Kienle, seorang peserta yang menempati posisi kedua dalam lomba kategori pria, menceritakan pengalamannya berlari di tengah gelombang panas. "Rasa-rasanya seperti berlomba melawan pemanasan global," ungkap dia, dikutip dari Sky News, Minggu 30 Juni 2019.
 
"Saking panasnya, Anda dapat memasak telur di atas kepala saya," lanjutnya.
 
Gelombang panas selama empat hari di Eropa, yang disebabkan udara panas dari Gurun Sahara, memecahkan rekor temperatur tinggi di Prancis pada Jumat kemarin. Gelombang panas juga memicu kebakaran hutan di Spanyol.
 
Baca:Suhu di Prancis Capai Angka Tertinggi, Lampaui Rekor 2003
 
Pada Minggu 30 Juni, gelombang panas di Eropa memperlihatkan tanda-tanda menurun. Sejumlah agensi cuaca menurunkan level bahaya dari yang sebelumnya berada di fase ekstrem.
 
Namun kebakaran hutan di Spanyol akibat gelombang panas belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Kebakaran tersebut telah melalap area seluas 20 kilometer persegi.
 
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas Eropa "benar-benar konsisten" dengan efek emisi gas rumah kaca.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif