Demonstran berunjuk rasa di Baghdad dan sejumlah provinsi di Irak selatan, Sabtu 26 Oktober 2019. (Foto: AFP/STR)
Demonstran berunjuk rasa di Baghdad dan sejumlah provinsi di Irak selatan, Sabtu 26 Oktober 2019. (Foto: AFP/STR)

Korban Tewas Bentrokan di Irak Hampir Mencapai 200

Internasional konflik irak irak krisis irak
Willy Haryono • 27 Oktober 2019 08:38
Baghdad: Sedikitnya lima orang tewas dalam bentrokan terbaru antara demonstran dan aparat keamanan di Irak, Sabtu 26 Oktober 2019. Satu hari sebelumnya, bentrokan menewaskan sekitar 40 orang.
 
Dikutip dari BBC, tiga dari lima korban tewas dilaporkan adalah demonstran yang terkena tabung gas air mata di Baghdad. Sementara dua lainnya tewas saat mereka berusaha menyerbu sebuah rumah pejabat di kota Nasiriya.
 
Dalam gelombang unjuk rasa ini, para pedemo menuntut dibukanya lebih banyak lapangan pekerjaan, layanan publik yang lebih baik dan pemberantasan korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi protes serupa bulan ini telah diakhiri secara brutal oleh aparat keamanan, dengan jumlah korban tewas hampir mencapai 150 orang. Jika angkanya ditambahkan dengan aksi protes terbaru, maka jumlah korban tewas mendekati angka 200.
 
Sebuah laporan dari pemerintah Irak mengakui adanya penggunaan kekuatan berlebih dalam merespons demonstran.
 
Kekerasan kembali meletus di Baghdad dan kota lainnya pada Sabtu 26 Oktober meski sejumlah petinggi demonstran menyerukan untuk menghentikan aksi agar pemerintah dapat memenuhi semua tuntutan mereka.
 
Ratusan orang turun ke jalanan Baghdad dan di beberapa provinsi selatan Irak. Mereka meneriakkan slogan kecaman dan mendesak agar pemerintah Irak saat ini mengundurkan diri.
 
Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi, yang berkuasa sekitar satu tahun lalu, telah memperingatkan pengunjuk rasa bahwa aksi kekerasan tidak akan mendapat toleransi.
 
Ia telah menjanjikan adanya perombakan kabinet dan juga paket reformasi demi memenuhi tuntutan pedemo. Namun hingga saat ini banyak demonstran yang belum yakin atas janji PM Mahdi.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo telah mengecam aksi kekerasan yang meliputi jalannya demonstrasi di Irak.
 
"Saya mengecam keras kekerasan di Irak. Siapapun yang melanggar hak asasi manusia harus diseret ke hadapan hukum," ujar pernyataan Kemenlu AS, mengutip percakapan antara Pompeo dan PM Irak.

 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif